Headline Tribun Timur
2025, Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji
Tahun depan, Indonesia dipastikan akan mendapat kuota sebanyak 221.000 jamaah haji.
TRIBUN-TIMUR.COM - Tahun depan, Indonesia dipastikan akan mendapat kuota sebanyak 221.000 jamaah haji.
Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun ini yang mencapai 213.320 calon haji.
Jumlah ini belum termasuk kuota tambahan yang biasanya diberikan sebelum keberangkatan jamaah.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menghadiri Tasyakuran Penutupan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H dan Pemberian Kuota 1446 H mengatakan, Indonesia mendapat kuota yang cukup banyak tahun depan.
“Kita mengapresiasi Kemenhaj Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Sehingga proses persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat,” sebut Gus Men, panggilan akrabnya.
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Mekah.
Hadir para pimpinan delegasi haji dari berbagai negara.
Ikut mendampingi Menag, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.
“Malam ini saya menghadiri _Haflul Hajji Al-Khitamy_ semacam malam tasyakuran atas selesainya penyelenggaraan ibadah haji 1445 H. Saya mendapat informasi dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji ‘Ayed Al Ghuwainim, dan sesuai surat yang saya terima, bahwa Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 H/2025 M,” terang Menag Yaqut, di kantor Kementerian Haji dan Umrah Saudi, Mekah, Selasa (18/6/2024).
“Apresiasi juga atas ketegasan otoritas Saudi dalam menerapkan aturan terkait visa haji dan visa non haji,” ucapnya.
Gus Men menilai, penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M berjalan dengan sukses.
Baca juga: 20 Mobil Bawa Pengantar Haji asal Jeneponto Lepas JCH Kloter 36 di Asrama Haji Makassar
Ada sejumlah indikator. Pertama, pelayanan jamaah pada fase kedatangan berjalan lancar.
Kuota jamaah haji reguler sebanyak 213.320 jamaah terserap optimal, hanya menyisakan 45 jamaah yang tidak bisa digantikan karena proses pemvisaan sudah ditutup.
“Ini angka kuota tidak terserap yang terkecil dalam lebih 10 tahun penyelenggaraan ibadah haji,” sebut Menag.
Kedua, proses pelayanan jamaah pada fase kedatangan juga berjalan lancar, baik di Madinah maupun Mekah. Jamaah bisa mendapatkan layanan katering, transportasi, akomodasi, termasuk pelindungan jamaah, dan bimbingan ibadah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HL-TRIBUN-TIMUR-KAMIS-2062024.jpg)