Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel

Bagaimana Indah Putri? Muncul Figur Baru Asal Luwu Raya Berpeluang Dampingi Danny di Pilgub Sulsel

Nama Marga Taufik mencuat setelah Danny Pomanto bertemu dengan Ketua Gerindra Susel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) pasca lebaran Iduladha. 

Editor: Sudirman
Ist
Indah Putri Indriani, Danny Pomanto, dan Marga Taufiq. Dua figur asal Luwu Raya berpeluang dampingi Danny Pomanto di Pilgub Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua figur asal Luwu Raya berpeluang mendampingi Danny Pomanto di Pilgub Sulsel.

Keduanya Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dan Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq

Bahkan nama Marga Taufik menggeser posisi Indah Putri Indriani.

Nama Marga Taufik mencuat setelah Danny Pomanto bertemu dengan Ketua Gerindra Susel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) pasca lebaran Iduladha. 

Danny Pomanto mengakui intens melakukan komunikasi dengan Marga Taufik.

"Kita mensimulasi semua kemungkinan, dan itu (simulasi Jenderal MT) menarik sekali," ucap Danny Pomanto diwawancara di Kantor Wali Kota Makassar Jl Ahmad Yani, Rabu (19/6/2024). 

Baca juga: Bincang 4 Mata 2 Jam, Andi Iwan Aras-Danny Pomanto Bicara Politik Jelang Pilgub Sulsel

Komunikasi dengan Marga Taufik dilakukan secara langsung maupun lewat perantara media sosial. 

Katanya, ia dan Mayjen MT bersahabat baik sejak lama. 

"Saya denga beliau itu teman dari dulu pada saat masih dandim sampai sekarang bersahabat baik, saya sering baku wa," tuturnya. 

Namun selain Mayjen MT, ia juga disimulasikan dengan berbagai figur lainnya. 

Termasuk dengan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani

Apalagi semua figur memiliki kekuatan, sehingga semuanya patut diperhitungkan. 

Kata Danny, siapapun pasangannya yang paling penting adalah bekerja keras untuk sama-sama memenangkan kontestasi. 

"Banyak model (figur) simulasi. Saya itu yg penting menang. Untuk apa maju kalau tidak menang," tuturnya. 

"Semua skenario (disimulasikan) termasuk ibu Indah juga bagian dari simulasi," sambung Danny. 

Danny menyampaikan, komunikasi politik yang dilakukan sekarang ini cenderung diam-diam.

Ia mengedapankan prinsip sipakatau dan sipakalebbi dalam membangun demokrasi. 

"Kita harus mengajak orang sama-sama, termasuk masyarakat partisipasi di demokrasi yang sehatsehat," ujarnya. 

"Sehat itu bukan demkrasi uang, bukan demokrasi yang tdk punya akhlak, yang harus betul2 bermoral. Kita harus soft jangan terlalu over acting. Saya tidak mau begitu," sambungnya.

Siapa Marga Taufik?

Marga Taufiq adalah purnawirawan jenderal bintang dua TNI AD.

Ia pernah jadi bawahan Prabowo Subianto di Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Saat itu Prabowo menjabat Panglima Kostrad tahun 1998.

Adapun Marga Taufiq  menjabat Kasilat Sops Divif-1 Kostrad saat itu.

Selain itu Marga Taufiq juga pernah bergabung pasukan Operasi Seroja Timor Timur tahun 1987 bersama Prabowo Subianto.

Kini Marga Taufiq sudah pensiun dari TNI AD.

Namanya kini masuk bursa kandidat calon Wakil Gubernur Sulsel di Pilkada serentak 2024.

 Mayjen Marga Taufiq adalah Jenderal Asal Makassar.

Ia lahir di Makassar 17 April 1964.

Berikut profilnya:

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H. (lahir 17 April 1964) adalah seorang purnawirawan TNI-AD yang terakhir kali menjabat sebagai Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat.

Taufiq, alumni Akademi Militer tahun 1987 dan mahir di bidang Infanteri.

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Pa. Sahli Kasad Tk. III Bid. Sosbud Hankam dan Narkoba.

Riwayat Pendidikan

Pendidikan Umum

SD 1976

SMP 1980

SMA 1983

S-1 Fakultas hukum 2008

S-2 2011

S-3 2016

Pendidikan Militer

Akmil (1987)

Sussarcab Infanteri (1988)

Suslapa I/Inf (1993)

Diklapa II/Inf (1996)

Seskoad (2001)

Lemhannas PPRA (2013)

Sussar PARA (1990)

Susjur Pandu Udara (1992)

Free Fall (1992)

Suspa Intel (1995)

Airbone (1995)

Sussar Selam/Scuba (1997)

Susdanyon (2001)

Susdandim

Susdanrem

Kibi (2007)

Sesko TNI

Lemhannas

Penugasan Operasi

Operasi Seroja Timor Timur (1987)

OPS. IR TIM-TIM (1989)

Operasi KAM Aceh (1992)

OPS IRJA (2006)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved