Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penyebab Mahfud MD Sebut Indonesia Emas Sulit Dibangun, 'Jangan Mimpi'

Omong kosong Indonesia Emas 2045 terwujud jika kondisi  ini terus terjadi dan dibiarkan.

|
Editor: Ansar
Kompas.com
Mantan Menkopolhukam Mahfud MD saat ditemui di Blok M Plaza, Jakarta, Kamis (14/3/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Program Indonesia Emas 2045 yang digaungkan pemerintah dinilai mantan Menko Polhukam Mahfud MD akan sulit terwujud.

Terlebih jika hukum dan demokrasi di Indonesia tidak ditegakkan berimbang.

"Jika demokrasi dan hukum tidak dibangun dan ditegakkan secara seimbang, maka sulit bagi kita membangun Indonesia Emas itu. Jangan mimpi Indonesia Emas," kata Mahfud MD saat menjadi pembicara kunci pada acara Sekolah Hukum di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Jumat (14/6/2045) lalu.

Mahfud MD lalu mengutip istilah Presiden Pertama RI Soekarno yang menjelaskan,  menuju Indonesia Emas baru bisa terwujud melalui jembatan emas.

Namun, menurut Mahfud MD, saat ini visi itu sulit terwujud.

 Lantaran konstruksi jembatan emas telah dirusak oleh kesewenang-wenangan dalam demokrasi.

"Jangan mimpi Indonesia Emas, jembatan emasnya pun sudah dicuri," tutur Mahfud MD.

"Mur-murnya itu sudah dicuri sekarang jembatan emas kita itu, sudah dirampas," tambah Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengatakan, usaha untuk mencapai Indonesia Emas membutuhkan proses yang panjang dan bakal melalui berbagai rintangan.

Menurutnya, menuju Indonesia Emas sendiri juga sudah diatur dalam dua Perpres.

"Orang ribut karena Indonesia pada waktu itu sudah punya dua Perpres. Indonesia Emas.

Masak tahun 2030 mau bubar, itu semua omong kosong. Ini Indonesia Emas. Merdeka bersatu itu sudah dihitung oleh lembaga-lembaga internasional," ungkapnya.

"Adil dan kemakmuran bisa diciptakan secara nyata.

Paling tidak usaha-usaha nyatanya tidak dikotori oleh langkah-langkah yang tidak benar," kata Mahfud MD.

Mahfud MD juga berbicara mengenai supremasi hukum.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved