Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Elite PDIP Tuding Jokowi Bangun Dinasti Politik, Putusan MA Bolehkan Kaesang Maju Pilgub

Kader PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan menilai Presiden Jokowi membangun dinasti politik setelah putusan MA mengubah batas usia calon Gubernur

Editor: Ari Maryadi
Tribunnews.com
Politisi senior PDIP Trimedya Panjaitan menduga Jokowi sedang membangun dinasti politik 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Kader PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menilai Presiden Joko Widodo membangun dinasti politik.

Hal itu disampaikan Trimedya Panjaitan menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 23 P/HUM/2024 yang mengubah batas usia calon kepala daerah.

Dengan putusan itu, maka Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep punya peluang masuk arena Pemilihan Gubernur di pilkada serentak 2024.

Kaesang lahir di Surakarta 25 Desember 1994.

Saat ini umur Kaesang baru 29 tahun.

Trimedya berpandangan putusan MA bertujuan meloloskan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2024.

"Lah iyalah, makanya gua (saya) bilang langsung aja kan (putusan MA untuk) Kaesang gitu," kata Trimedya kepada Tribunnews.com, Sabtu (1/5/2024).

"Kan semua kan berpikiran bahwa Jokowi ini lagi mempersiapkan dinastinya dia, kan itu poinnya," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, Jokowi sedang mempersiapkan menantunya, Bobby Nasution maju dalam Pilgub Sumatera Utara.

Selain itu, Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol Ahmad Luthfi yang disebut akan didorong maju di Pilgub Jawa Tengah.

"Di Sumut ada Bobby, gubernur Jateng, di Bogor, orang-orang yang dia endorse. Nah apakah bisa melakukan model Pilpres dulu, ya belum tentu," ucap Trimedya.

Namun, Trimedya menegaskan rencana tersebut tak akan sama dengan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 kemarin. "Kan belum tentu semua koalisi pemerintah itu akan bergabung satu untuk semua urusan," ungkapnya.

Dia meyakini masyarakat akan lebih jernih melihatnya dan tidak terpengaruh dengan politik uang.

Trimedya memaklumi Jokowi mulai memasang orang-orangnya karena tidak memiliki partai politik (parpol).

"Kan repotnya orang seperti Pak Jokowi ini berbeda dengan yang lain lengser, tapi dia punya partai, dia (Jokowi) kan enggak punya partai. Sehingga kalo dia enggak punya partai, dia harus punya orang-orang," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved