Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2024

Jemaah Haji Indonesia Sudah Harus Ditertibkan dengan Koper Kabin Sejak di Pesawat Menuju Tanah Suci

Tak sedikit jemaah yang main paksa hingga tali tas putus atau memutuskan tali gantungan kartu identitas.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AS Kambie
MCH 2024/as kambie
Petugas Haji Daerah (PHD) Jemaah Haji Indonesia Kloter 8 UPT keluar dari Terminal Hajj Bandara AMAA sambil menarik koper kabin, Sabtu (18/5/2024) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Muhammad Husni MSi berjalan menuju mesin X-Ray dengan kedua tangan menyeret  empat koper. Muhammad Fadli juga keluar dari ruang pemeriksaan emigrasi Arab Saudi dengan mengerek empat koper.

Keduanya adalah Petugas Haji Daerah di Kelompok Terbang (Kloter) 8 UPG.

“Weh, koper jemaah menumpuk di dalam,” kata Husni.

Menurut Husni, jemaah ramai-ramai tinggalkan tas kabin sejak dalam pesawat. 

“Ada pengumuman dalam pesawat yang meminta jemaah langsung turun saja dan tidak usah ambil koper,” kata Husni.

Koper-koper kabin jemaah itu diturunkan oleh petugas haji daerah dan menumpuk di ruang tunggu bandara.

Maskapai dengan Nomor Penerbangan GA-1108 itu mendarat di Bandar Udara Amir Muhammad bin Abdul Aziz atau Bandara AMAA pada pukul 11.15 Waktu Arab Saudi (WAS),  (JCH) kembali diingatkanSekitar dua jam dari jadwal sebelumnya, 09.00 WAS. GA-1108 ini bertolak dari Bandar Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 03.20 wita 18 Mei 2024.

Beberapa menit sebelum 450 jemaah dari Makassar itu tiba, pesawat yang mengangkut 300 lebih jemaah dari Banjarmasin mendarat di Bandara AMAA. Penumpang kedua pesawat itu keluar dari Terminal Hajj Bandara AMAA.

Ke-800 lebih warga Indonesia itu “bersaing” dengan ratusan orang dari Pakistan, Irak, dan India. memasukkan barang bawaan di enam mesin X-Ray. 

Postur tubuh mereka lebih besar dari kebanyakan badan jemaah haji Indonesia.

Penumpukan antrean terjadi karena jemaah kesulitan mengeluarkan tas pinggang. Rerata gantungan tas pinggang dilingkarkan di sebelah kanan leher di pundak kanan, sementara tasnya menempel di pinggul kiri.

Di atas tali tas iti menumpuk kartu identitas. Kadang ada syal berisi tulisan tentang identitas asal jemaah.

Saat tiba di depan mesin X-ray, jemaah kadang kelimpungan mengeluarkan tas pinggang. Apalagi tas pinggang itu dilengkapi dua tali. Satu melinglar di leher, satu melingkar di perut.

Dalam kondisi panik, apalagi setelah melihat petugas yang berseragam seperti polisi duduk di depan mesin X-ray itu, jemaah biasa bingung. Kadang tali tas di leher sudah dilepas. Tapi lupa tali tas yang melingkar di perut. Kadang sebaliknya. Jemaah buru-buru tarik tali tas di leher. Kadang ditarik paksa hingga tali kalung kartu dan identitas jemaah terputus. Jatuh. 

Saat situasi begitu, tas jemaahnya biasanya langsung terbalik. Jika resleting tidak terpasang, maka ssluruh isi tas hambur ke lantai. Kondisi seperti ini sering membuat jemaah kehilangan identitas penting, seperti pasport, kalung identitas, dan sebagainya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved