Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Cuka Noni: Ramuan Empirik Kepulauan Pasifik, Kaya Nutrisi dan Antioksidan

Salah satu produk yang paling populer dan terkenal dari buah mengkudu adalah cuka Noni.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sudirman
Ist
Fitri Isriyani, S.Si, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi, Universitas Hasanuddin, Makassar 

Fitri Isriyani, S.Si

Mahasiswi Pascasarjana Ilmu Gizi, FKM Universitas Hasanuddin, Makassar

Selama ribuan tahun, masyarakat di Kepulauan Pasifik telah mengandalkan buah mengkudu (Noni) sebagai bagian penting dari sistem pengob atan tradisional mereka.

Salah satu produk yang paling populer dan terkenal dari buah mengkudu adalah cuka Noni.

Minuman ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat di wilayah tersebut, dan sekarang semakin mendapatkan perhatian global karena manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Asal-Usul dan Sejarah Cuka Noni

Buah mengkudu atau Noni (Morinda citrifolia L.) adalah tanaman asli dari wilayah Pasifik Selatan, terutama Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.

Sejak zaman kuno, buah mengkudu telah dihargai karena sifat-sifatnya yang menyehatkan.

Buah ini memiliki rasa yang unik dan khas, serta aroma yang kuat.

Meskipun buah mengkudu dapat dikonsumsi langsung, salah satu cara paling populer untuk memanfaatkannya adalah dengan membuat cuka Noni.

Cuka Noni dibuat melalui proses fermentasi buah mengkudu.

Proses fermentasi ini telah menjadi bagian dari tradisi budaya di Kepulauan Pasifik selama berabad-abad.

Buah mengkudu dihancurkan dan difermentasi dalam wadah tertutup selama beberapa minggu atau bulan.

Selama proses fermentasi ini, bakteri dan ragi alami mengubah gula dalam buah mengkudu menjadi asam organik, seperti asam asetat dan asam laktat, serta menghasilkan berbagai senyawa bioaktif lainnya.

Warisan cuka Noni secara turun-temurun biasanya terjadi di dalam keluarga atau komunitas di mana pengetahuan tentang pembuatan cuka ini disampaikan dari generasi ke generasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved