Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Pinrang

Kondisi Terkini Bendungan Benteng Pinrang Sulsel, Ahmadi Akil: Masih Aman Tapi Tetap Waspada

Pj Bupati Pinrang Ahmadi Akil mengawali tugas usai dilantik dengan meninjau langsung ke beberapa wilayah yang terdampak banjir.

|
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Pj Bupati Pinrang H.Ahmadi Akil meninjau langsung ke beberapa wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/5/2024). Termasuk mengecek debit air Bendungan Benteng. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Pj Bupati Pinrang Ahmadi Akil mengawali tugas usai dilantik dengan meninjau langsung ke beberapa wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/5/2024).

Wilayah yang menjadi titik tinjau Ahmadi Akil diantaranya, Kecamatan Watang Sawitto, Tiroang, Patampanua, Duampanua, dan Kecamatan Cempa.

Ahmadi Akil didampingi unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang A Calo Kerrang, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rhomy M Manule, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura A Sinapati Rudi, Kepala Dinas Sosial M Rusli. 

Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Awaluddin Maramat, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi M Jenal, Kepala Bappelitbangda A Fahruddin dan Kepala Pos Angkatan Laut Kapten Tameng.

Dia menginstruksikan penanganan segera dilakukan oleh pihak-pihak terkait sehingga dampak dari bencana ini tidak terlalu luas dan menimbulkan efek buruk bagi warga.

Baca juga: Petani Terancam Gagal Panen, 1.500 Hektar Sawah Terendam Banjir di Tiroang Pinrang Sulsel

"Saya sudah perintahkan untuk BPBD Pinrang dan OPD terkait untuk segera menyelesaikan proses administrasi untuk meminta bantuan ke Pemprov melalui program bantuan penanganan dan pencegahan bencana," kata Ahmadi. 

Dia juga berharap agar warga terus meningkatkan kewaspadaan. 

Serta tidak berhenti berdoa dan bertawakal kepada Tuhan agar bencana ini segera berakhir.

"Kami akan segera menurunkan bantuan melalui instansi terkait bagi warga yang terdampak," ungkapnya.

Selain itu, Ahmadi Akil juga meninjau debit air di Bendungan Benteng yang membendung aliran Sungai Saddang.

"Kami juga terus berkoordinasi terkait debit air di Bendungan Benteng. InsyaAllah, masih aman. Namun, warga harus tetap waspada," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, banjir dan longsor melanda Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (3/5/2024).

Tanah Longsor terjadi di Dusun Ranga-ranga, Kelurahab Betteng, Kecamatan Lembang.

Sementara banjir terjadi di dua kecamatan.

Yakni di Dusun Barombong, Desa Sipatuo, Kecamatan Patampanua dan Dusun Cilellang, Desa Bababinanga, Kecanatan Duampanua.

Tidak hanya itu, abrasi sungai juga terjadi di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa.

Baca juga: Setelah Luwu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Bareng Kapolda Tinjau Korban Banjir di Siwa Wajo

Kalaksa BPBD Pinrang Rhommy Manule mengatakan sebanyak 268 warga terdampak banjir di dua kecamatan tersebut.

"Di Desa Sipatuo, Kecamatan Patampanua ada 20 rumah atau 120 warga yang terdampak banjir, 15 hektar perkebunan dan 10 hektare persawahan terendam banjir dan terancam gagal panen," kata Rhommy, Sabtu (4/5/2024).

Sementara untuk di Dusun Cilellang, Desa Bababinanga, Kecamatan Duampanua ada sekitar 30 hektar kebun dan sawah milik warga yang terendam banjir.

"Banjir juga menggenangi pemukiman 24 rumah atau sekitar 148 warga yang terdampak," ujarnya.

Adapun abrasi Sungai Meru di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, sepanjang 10 meter dan tinggi 2,5 meter.

Untuk di Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, jalan penghubung antar 5 desa sempat tertutupi longsor.

Kondisi terkini, material longsor telah dibersihkan menggunakan alat berat Loader dan Mini Excavator dukungan PLTA Bakaru.

TRC BPBD, Dinas PUPR UPT Gunung, TNI-POLRI dan Pemerintah setempat membantu membersihkan material longsor yang ada.

"Akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilewati kendaraan pada Kamis (03/05/2024) pukul 18.00 Wita,"  ujarnya.

Rhommy mengatakan, banjir dan longsor ini disebabkan curah hujan yang tinggi. 

"Curah hujan tinggi menyebabkan terjadinya tanah longsor dan meluapnya air sungai yang menggenangi pemukiman, perkebunan dan persawahan di Pinrang," imbuhnya.

Saat ini, pihaknya terus meninjau lokasi banjir dan tanah longsor.(*)

Laporan Wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved