Ekspor Sulsel
5 Komoditas Utama Jadi Unggulan Ekspor Sulsel, Terbanyak Dikirim ke Jepang
Pada Maret 2024 nilai ekspor Sulsel meningkat 40,40 persen menjadi Rp3,3 triliun.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Maret 2024 mencapai USD 190,26 juta atau senilai Rp3,03 triliun.
Angka ini meningkat 40,40 persen bila dibandingkan nilai ekspor Februari 2024 yang mencapai USD 135,52 juta atau senilai Rp2,16 triliun.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel (BPS) Sulsel, Aryanto dalam konferensi pers melalui YouTube BPS Sulsel, Kamis (2/5/2024).
“Capaian Maret 2024 tercatat turun sebesar 2,07 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 194,29 juta atau Rp3,10 triliun,” paparnya.
Aryanto menyebut ada lima kelompok komoditas utama yang diekspor pada Maret 2024.
Baca juga: Ketua GPEI Sulselbar: Konflik Geopolitik Pengaruhi Stabilitas Ekspor
Yakni nikel sebesar 43,54 persen, besi dan baja 21,06 persen, biji-bijian berminyak 6,97 persen, bahan bakar mineral 6,91 persen, serta ikan dan udang 6,44 persen.
Sebagian besar ekspor pada Maret 2024 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.
“Ini dengan proporsi masing-masing Jepang 45,40 persen, Tiongkok 33,08 persen, Thailand 7,04 persen, Amerika Serikat 3,07 persen dan Vietnam 1,27 persen,” sebut Aryanto.
Serantan Iran ke Israil beberapa waktu lalu, disebut-sebut akan berpengaruh terhadap kinerja ekspor Sulsel ke depannya.
Kendati demikian, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Arief R Pabettingi menilai, dampak dari serangan Iran ke Israel terhadap ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) belum terasa.
“Kalau melihat dampaknya belum terlihat untuk ekspor Sulsel,” katanya, saat dihubungi Tribun-Timur.com.
Arief menyebut, dampak perang ini belum berdampak karena kedua negara (Iran dan Israel) bukan tujuan utama ekspor Sulsel, apalagi impor.
Baca juga: Ide Ketapang Sulsel Kendalikan Laju Inflasi Pengganti GPM, Makassar Jadi Daerah Percontohan
Direktur Utama PT Raihan Perdana Abadi tersebut menyebut, Sulsel tetap harus waspada terhadap dampak perang Iran dan Israel.
Sebab, jika negara tetanggga dan ada keterlibatan negara lain bisa menghambat proses lintas logistik laut dan penerbangan.
Ulasan Pengamat
| BPS: Jepang Masih Tujuan Utama Ekspor Sulsel 2026, Disusul 2 Negara Lain |
|
|---|
| Nilai Ekspor Sulsel Anjlok, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Sulsel Ekspor 27 Komoditas Unggulan Senilai Rp 1,08 Triliun, Ada 23 Negara Tujuan |
|
|---|
| Nilai Ekspor Sulsel Naik 31,11 Persen, Nikel Tetap Komoditas Utama |
|
|---|
| Nilai Ekspor Sulsel Turun 25,99 Persen, Nikel Masih Jadi Komoditas Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Pusat-Statistik-BPS-Sulsel-Aryanto-Kamis-252024.jpg)