Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makassar Ikut Dongkrak Pembiayaan Emas Flexi Gold Nasional

Emas kembali menguat sebagai instrumen investasi yang tidak hanya defensif, tetapi juga relevan dalam menjaga stabilitas nilai kekayaan.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
dok Bank Mega Syariah
PEMBIAYAAN EMAS - Ilustrasi pembiayaan produk pembiayaan emas Flexi Gold oleh Bank Mega Syariah. Selain Jabodetabek dan kota-kota besar di Pulau Jawa serta Sumatera, Makassar masuk dalam kota dengan minat terhadap Flexi Gold di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Geopolitik dan tekanan ekonomi membuat emas kembali diminati sebagai instrumen investasi aman (safe haven).
  • Survei menunjukkan emas menjadi investasi paling dipercaya (hingga 80 persen), jauh melampaui aset lain seperti properti, saham, maupun kripto.
  • Produk seperti Flexi Gold dari Bank Mega Syariah mendorong pertumbuhan investasi emas secara signifikan dan diminati di berbagai kota besar termasuk Makassar.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketidakpastian geopolitik global yang masih berlangsung hingga 2026 mendorong investor untuk semakin selektif dalam menempatkan aset. 

Dalam kondisi ini, emas kembali menguat sebagai instrumen investasi yang tidak hanya defensif, tetapi juga relevan dalam menjaga stabilitas nilai kekayaan.

Secara global, permintaan emas menunjukkan tren yang kuat. 

World Gold Council mencatat pembelian emas oleh bank sentral dunia telah menembus lebih dari 1.000 ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir. 

Catatan ini menjadi salah satu level tertinggi sepanjang sejarah. 

Di dalam negeri, tren tersebut juga tercermin dari perilaku investor. 

Berdasarkan survei Jakpat bertajuk Indonesia Investment Trends melaporkan instrumen berbasis emas dan aset fisik menjadi pilihan utama masyarakat pada 2025. 

Perhiasan dipilih oleh 67 persen responden, diikuti logam mulia/emas sebesar 66 persen serta properti 63 persen.

Berdasarkan survei Populix pada Januari 2026, emas menjadi instrumen yang paling mendominasi dengan tingkat kepercayaan mencapai 80 persen.

Angka ini menunjukkan kesenjangan yang sangat signifikan dibandingkan aset lainnya, di mana uang tunai berada di posisi kedua dengan 7 persen, disusul oleh properti atau real estate sebesar 6 persen.

Baca juga: Pegadaian Tebar Promo Emas di Event Makkunrai Tribun Timur, Cicilan Mulai DP 15 Persen

Sementara itu, instrumen yang memiliki volatilitas lebih tinggi atau kompleksitas berbeda seperti saham (3 persen), obligasi (2 persen), serta kripto dan valuta asing yang masing-masing hanya menyentuh 1 persen.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan profil investasi emas saat ini telah mengalami perubahan signifikan. 

Menurutnya, emas memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi. 

Dalam situasi ketidakseimbangan ekonomi global mulai dari tekanan inflasi hingga volatilitas pasar keuangan emas cenderung mampu mempertahankan daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset.

“Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” kata Benadicto, Selasa (28/4/2026).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved