Kilas Tokyo
Tenang di Tengah Bencana
Saya menilai, masyarakat Jepang umumnya sangat tenang menghadapi sesuatu. Juga ketika diterpa bencana.
Oleh : Muh. Zulkifli Mochtar
Banyak hal spesifik terasa berbeda saat tinggal di Jepang.
Salah satunya, yakni ketenangan orang orangnya.
Saya menilai, masyarakat Jepang umumnya sangat tenang menghadapi sesuatu. Juga ketika diterpa bencana.
Contoh kecilnya pernah terjadi kebakaran didekat tempat kerja saya.
Bunyi sirine pemadam kebakaran, mobil ambulance dan patroli polisi terdengar.
Saya bergegas memberitahu teman teman kerja.
Mereka hanya mendengar informasi saya, tapi tetap saja bekerja di komputernya.
Entah kenapa, saya jadi seakan sibuk sendiri. Saya bergegas menengok ke jendela, di ujung jalan terlihat keramaian.
Sangat dekat dengan bangunan kantor saya. Asap kecil juga terlihat.
Ada teman kerja nyelutuk “Kalau berbahaya, pasti ada pengumuman siap evakuasi”.
Sejam kemudian kebakaran sudah reda, tinggal sedikit asap kelihatan. Kayaknya sudah aman.
Benar juga kata teman; tidak terdengar pengumuman apa pun berarti tidak berefek di kantor kami.
Pantas saja mereka tenang saja bekerja.
Ekspresi wajah tetap tenang, atau paling tidak – bisa menyembunyikan perasaan untuk tidak terlihat panik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kolumnis-tetap-Kilas-Tokyo-Tribun-Timur-Muh-Zulkifli-Mochtar.jpg)