Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Transformasi Politik Kebangsaan PMII

Sejarah perjalanan panjang PMII yang sampai pada tahun 2024 telah genap berusia 64 tahun bukan sesuatu yang lahir dan tumbuh begitu saja.

Editor: Sudirman
Ist
Fathullah Syahrul, Wabendum Kaderisasi Nasional PB PMII 2021-2024 

Jika itu menjadi sebuah prinsip berpikir dan bertindak bukan tidak mungkin, PMII akan kembali menemukan marwahnya sebagai organisasi kemahasiswaan.

Maka salah satu jalan untuk mencapai itu semua adalah melalui gerakan intelektual dan gerakan strategis.

Gerakan Intelektual dan Gerakan Strategis

Dalam sebuah forum-forum kajian di PMII, pasti kita pernah mendengar tentang Paradigma.

Sejauh ini, yang masih menjadi corak berpikir PMII sebagai basis penguatan intelektual epistemologis ada tiga (Paradigma Arus Balik Masyarakat Pinggiran, Paradigma Kritis Transformatif dan Paradigma Menggiring Arus Berbasis Realitas).

Di sela-sela diskusi, penulis ditanya oleh salah seorang kader, bagaimana substansi dari tiga paradigma ini?

Jika melihat struktural ilmu pengetahuan, paradigma itu berada pada susunan ketiga, setelah spekulasi dan hipotesa bahwa pernyataan yang kemudian muncul ketika membincang tentang paradigma adalah sudut pandang dan kesepakatan dari orang lain.

Ketiga paradigma yang disebut oleh penulis sebelumnya sudah memenuhi kriteria tersebut.

Artinya, munculnya paradigma itu lahir dari sebuah dialektika intelektual dan sudah barang tentu hasil bacaan dari para penggagasnya.

Jika kemudian ditarik benang merahnya maka memunculkan pernyataan yang substantif bahwa Rakyat (PMII) vs Negara.

Sebab, di masa itu kader-kader PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang ikut mewakili kelompok-kelompok Civil Society berada di luar negara (akctor non-state) atau sering kita kenal dengan sebutan kelompok ekstra parlementer.

Bahan bacaan dari para penggagas ketiga paradigma tersebut betul-betul dipakai untuk menguji jalannya sebuah pemerintahan.

Seiring berjalannya waktu, kehadiran kader-kader PMII di panggung negara yang syarat dan dekat dengan kekuasaan mulai terlihat dengan jelas.

Misalnya, kehadiran PMII yang sudah mengisi ruang-ruang politik mulai dari lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Kita tidak boleh menampik itu, bahwa memang senyatanya mindset yang perlu terbangun adalah bukan lagi menempatkan posisi Rakyat (PMII) vs Negara, tetapi bagaimana menjadikan negara sebagai arena pertarungan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved