Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Tamarunang Gowa Keluhkan Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat, Lurah Singgung Ketua RT

Salah seorang warga tak ingin disebutkan namanya, mengaku setiap hari orang membuang sampah di lokasi tersebut.

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
ist
Sampah berserakan di Jl Parawisata Macanda, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Warga mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah berserakan di Jl Parawisata Macanda, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dari foto beredar, terlihat sampah berserakan di pinggir jalan tersebut.

Bau tak sedap pun menyengat di sekitaran pemukiman warga.

Warga sekitaran lokasi pun resag akibat tempat pembuangan sampah liar itu.

Salah seorang warga tak ingin disebutkan namanya, mengaku setiap hari orang membuang sampah di lokasi tersebut.

Bahkan sampah itu juga dibakar hingga mengakibatkan asapnya merembes ke pemukiman warga.

"Itu lokasi jangan dijadikan tempat pembuangan sampah. Kita berharap Jangan cuma kerja bakti. Itu cuma jangka pendek. Jangka panjang ini yan penting," kata warga tak ingin disebutkan namanya.

Baca juga: Warga Keluhkan Sampah Berserakan dan Bau di Jl Ishak Iskandar Jeneponto, 30 Hari Baru Diangkut

Selain asap, warga juga mengeluhkan bau sampah menyengat. Apalagi sampah makin menggunung di sekitar lokask.

Parahnya, bukan orang pribadi yang buang sampah, melainkan pernah truk bermuatan sampah membuang sampah di lokasi tersebut.

"Kami warga berharap pemerintah setempat segera menindaklanjuti hal tersebut. Pemerintah setempat, seperti lurah, harus menemukan lokasi strategis, yang tidak menggangu warga, sebagai tempat pembuangan sementara yang tentunya, sampah itu harus diangkut ke TPA, bukan malah dibakardi tempat," lanjutnya

Menanggapi hal tersebut, Lurah Tamarunang, Mukhtar Ninra mengaku pihaknya telah berencana kerja bakti membersihkan sampah di lokasi tersebut.

"Hari Sabtu- Minggu sudah dijadwalkan pembersihan secara kerja bakti di situ sekaligus pemasangan spanduk imbauan," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (26/3/2024)

Diakuinya, imbauan ataupun spanduk imbauan tidak menjamin masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Pasalnya, masyarakat ada yang tergerak hatinya dan ada juga masih acuh.

"Kalau RT aktif cuman tidak bisa kita salahkan kalau saling melempar kesalahan yang di sini bilang dari sana datang (sampah) begitu juga sebaliknya," jelasnya

Untuk mengatasi hal tersebut kata dia, minimal bisa mengurangi volume sampah yang ada.

"Tadi saya pikir satu saja gerakan bahwa sampah itu kalau tidak bisa tertangani dengan secara maksimal paling tidak ada pengurangan volume sampah. Kalau kerja bakti kita kondisikan dengan situasi lapangan," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved