Berbagi Peran Mewujudkan Eliminasi TBC
World Health Organization (WHO) merilis bahwa penyakit TBC telah menjadi ancaman serius yang bersaing dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Dari sisi komunitas masyarakat, peran aktif dan keterlibatan itu telah dilakukan dan akan terus digalakkan dengan beberapa komponen utamanya, seperti Kader TB, Patient Supporter (Peer Educator) dan Manager Kasus, Kader Tokoh agama (Toga) dan Kader Pengawas Menelan Obat (PMO).
Kader TB berperan melakukan penyuluhan dan investigasi kontak, penemuan suspek (orang yang diduga TB), dan mendampingi pemeriksaan dahak, pemeriksaan hingga kesembuhan.
Patient Support dan Manager Kasus berperan melakukan pendampingan dan support psikososial bagi pasien TBC-MDR. PMO membimbing pasien untuk mau sehat dengan minum obat teratur dan periksa ke Puskesmas sampai sembuh, diperkuat dengan peran tokoh agama melalui upaya motivasi spiritual kepada jemaahnya dan masyarakat secara luas untuk terlibat memerangi TBC.
Jika masyarakat telah bergerak, tentu saja Pemerintah perlu menyambut lebih baik.
Tugas pemerintah adalah memperkuat infrastruktur dan sumber daya manusia untuk pelayanan kesehatan, sementara sektor lain dengan bidang dan peran pada kapasitasnya masing-masing.
Sekali lagi semua itu bisa terwujud jika Pemerintah dan juga semua pihak memiliki komitmen yang sama terhadap pengentasan penyakit mematikan ini guna terwujudnya misi eliminasi TBC tahun 2030. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kasri-Riswadi-untuk-opini-Yamali-TB.jpg)