Headline Tribun Timur
TPN Ganjar-Mahfud Bawa 10 Boks: Alat Bukti saat Daftar Sengketa Pilpres 2024 di MK
Tim hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendatangi gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Sabtu (23/3/2024).
TRIBUN-TIMUR.COM - Tim hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendatangi gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Sabtu (23/3/2024).
Mereka hendak mendaftarkan permohonan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk Pilpres 2024.
Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis tiba sekira 16.51 WIB di gedung tersebut.
Bersamaan dengan kedatangan Todung, ada anggota Tim Hukum TPN lainnya ikut masuk ke dalam gedung sambil membawa boks-boks berisi alat bukti.
Empat boks di antaranya berbahan plastik warna bening berisi susunan map-map merah untuk mengelompokkan berkas-berkas yang akan diserahkan sebagai alat pembuktian dalam persidangan sengketa pemilu nantinya.
Kemudian di satu boks plastik warna bening dengan tutup hijau berisi berkas-berkas yang disusun menumpuk di dalamnya.
Seorang anggota Tim Hukum TPN mengatakan ada lebih dari lima boks bukti dibawa sebagaimana yang tertangkap pandangan mata wartawan.
“Lima boks lebih. Lebih dari lima boks. Sepuluh ada,” kata anggota Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud yang mengenakan jaket hitam bertuliskan jargon paslon nomor urut 3 itu 'Sat-Set'.
Hingga pukul 17.36 WIB, Todung Mulya Lubis dan sejumlah anggota tim hukum TPN masih mengurus pendaftaran permohonan gugatan.
Mereka tampak berbincang dengan empat sampai lima orang panitera MK.
Sejumlah politisi dari koalisi pendukung pasangan calon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud datang secara terpisah.
Di antara mereka hadir adalah Hasto Kristiyanto, Masinton Pasaribu, Adian Napitupulu, Henry Yosodiningrat, Todung Mulya Lubis, Ronny Talapessy, dan Ahmad Rofiq.
Ganjar sebelumnya memastikan akan menggugat hasil Pilpres ke MK. Menurutnya, tim hukum telah menyiapkan permohonan, saksi, bukti, dan juga ahli.
Baca juga: Nasib Ganjar Pranowo Pasca Pilpres, Pengamat Sandingkan dengan Layangan Putus Tak Tentu Arah
Dia meyakini MK menjadi harapan terakhir untuk mengawal proses demokrasi setelah sebanyak sekira 116 laporan di Bawaslu tidak ditindaklanjuti.
Ganjar menegaskan, tidak ada kolaborasi terkait agenda tertentu antara pihaknya dengan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HL-Tribun-Timur-Minggu-24-Maret-2024.jpg)