Opini
Meneropong Makro Ekonomi 2024 Pasca Pilpres
Secara global, kondisi perekonomian sepanjang 2024 akan diwarnai dengan gejolak dan tantangan ketidakpastian.
Oleh Safri Haliding
Dosen FEB Universitas Muhammadiyah Makassar dan Sekretaris LPH-KHT PWM Sulsel
Di tahun 2024 diperkirakan kondisi ekonomi akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan ketidakpastian baik secara global dan dalam negeri.
Akan tetapi, potensi peluang, pengembangan dan optimism tetap terbuka sepanjang pemerintah dan pihak terkait dapat bekerja sama dan kolaborasi.
Secara global, kondisi perekonomian sepanjang 2024 akan diwarnai dengan gejolak dan tantangan ketidakpastian.
Hal ini karena dunia saat ini masih dihadapkan dengan gejolak geopolitik yang tidak pasti, perubahan iklim yang makin terasa, dampak pendemi yang masih tersisa.
Makin kuatnya arus perubahan digitalisasi yang berdampak pada aktivitas, tantangan krisis pangan yang dapat terjadi efek perubahan iklim dan distribusi, dan harga energi yang fluktuatif.
Proyeksi Pertumbuhan & Makro Ekonomi
Berbagai Lembaga keuangan dan ekonomi dunia memproyeksikan makro ekonomi Indonesia diantaranya, menurut Lembaga Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5 persen 2024.
Sementara itu, Bank Dunia atau World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024-2026 sebesar 4,9 persen, sedikit turun dari proyeksi 2023 sebesar 5 persen dan Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada pada level 5 persen tahun 2024.
Laporan 2024 Global Economics Outlook: The Last Mile Morgan Stanley, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten di kisaran 5 persen hingga 2025.
Sementara itu, di dalam negeri dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan potensi perekonomian nasional.
Pemerintah mengusulkan Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2024 yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2024 yaitu pertumbuhan ekonomi 5,2 persen - 5,7 persen, inflasi 2,8 persen, nilai tukar rupiah Rp15.000 per US$, tingkat suku bunga SBN 10 Tahun 6,7 persen, dengan target aliran masuk investasi pada 2024 mencapai Rp1.650 triliun.
Di sisi lain, Bank Indonesia melaporkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup optimis pada 2024 berada pada kisaran 4,7 persen - 5,5 persen.
Pertumbuhan ini BI yakini akan terus meningkat hingga 4,8 persen - 5,6 persen pada 2025.
| Haji 2024 Sukses, Menteri Jadi Tersangka: Di Mana Letak Keadilan? |
|
|---|
| Menggugat Relativisme: Antara Netralitas Palsu dan Pelumpuhan Keberpihakan Moral |
|
|---|
| Ketika Likes Lebih Penting dari Nyawa: Tantangan Promosi Kesehatan di Era Viral |
|
|---|
| Luwu Raya: Antara Janji Sejarah, Keadilan Ekonomi dan Kedaulatan Wilayah |
|
|---|
| Kebebasan Berpendapat dalam Cengkeraman KUHP Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Safri-Haliding-Dosen-FEB-Universitas-Muhammadiyah-Makassar-21.jpg)