Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilu 2024

ISI Sulsel Deklarasi Jaga Pemilu Adil, Jujur dan Berintegritas

Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Sulawesi Selatan turut bersuara dalam momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
dok pribadi
Deklarasi Pemilu Damai Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Sulawesi Selatan dikeluarkan pada Senin (12/2/2024) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Sulawesi Selatan (Sulsel) turut bersuara dalam momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

ISI Sulsel mengeluarkan himbauan pemilu damai 2024 pada Senin (12/2/2024).

Imbauan ini resmi diterbitkan Ketua ISI Sulsel Dr Sawedi Muhammad.

Pertama menjadikan pemilu yang jujur, adil dan berintegritas sebagai dasar epistemik untuk menjaga dan merawat semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kemudian mendukung pemerintah khususnya aparat penegak hukum untuk menindak siapapun sesuai undang-undang dan peraturan perundangan.

Baca juga: Danny Pomanto: Satpol PP dan Satlinmas Makassar Siap Amankan Pemilu Damai di Makassar

"Hal ini berlaku bagi mereka yang ingin menggagalkan pemilu yang jujur, adil dan berintegritas," tegas Dr Sawedi dalam Himbauan ISI Sulsel.

Kemudian menjaga marwah institusi pendidikan sebagai instrumen utama untuk mendidik sumber daya manusia yang berkualitas, beriman dan bertaqwa.

Serta kembali ke khittanya untuk menjadikan sekolah dan universitas sebagai pijakan aksiologi menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

"Mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bersikap netral dan tidak menyalahgunakan kewenangannya dalam mempengaruhi pilihan politik orang lain," tegas Dr Sawedi dalam poin keempat.

Lalu engimbau kepada semua wajib pilih untuk menggunakan haknya di bilik suara pada tanggal 14 Februari sebagai wujud kontribusi nyata terhadap pelaksanaan sistem politik demokratis.

Hak suara ini digunakan dalam rangka memilih pemimpin bangsa yang legitimate sesuai aturan dan perundangan yang berlaku.

Imbauan ini dikeluarkan jelang momentum pemungutan suara 14 Februari 2024 mendatang.

Para masyarakat pun diminta untuk menggunakan hak suaranya untuk memilih pemimpin 5 tahun mendatang. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved