Headline Tribun Timur
Ganjar Tak Setuju Program Makan Gratis
Ini merupakan debat terakhir sebelum memasuki masa minggu tenang atau 10 hari jelang pemilihan berlangsung.
TRIBUN-TIMUR.COM - Calon Presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo secara tegas menyatakan tidak setuju dengan program pemberian makanan bergizi gratis kepada anak sekolah di Indonesia.
Program ini digagas oleh pasangan capres nomor urut tiga Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
"Kalau ngasih makannya untuk anak-anak mencegah stunting, saya tidak setuju," kata Ganjar Pranowo ketika dimintai persetujuannya oleh Prabowo Subianto di acara debat kelima Capres 2024 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakart, Minggu (4/2) malam.
Ini merupakan debat terakhir sebelum memasuki masa minggu tenang atau 10 hari jelang pemilihan berlangsung.
Tema yang diusung di debat kali ini adalah, Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.
Baca juga: Biaya Kuliah Mahal Bikin Mahasiswa Terjerat Pinjol, Ganjar: Hentikan Liberalisasi Pendidikan!
Dalam debat tersebut, Prabowo mengatakan, pemberian makanan bergizi bagi anak Indonesia dimaksudkan untuk mengatasi masalah stunting.
Tak seperti debat-debat sebelumnya yang penuh dengan sindiran, kali ini debat berlangsung lebih “tenang”.
Ketiga capres lebih banyak memilih cara aman dengan tidak menyerang lawan secara tajam.
Selain itu, ketiga capres lebih banyak menyebut kata setuju kepada lawan debatnya.
"Pak Ganjar kita mengetahui masalah penting yang dihadapi bangsa kita adalah banyak anak-anak kita kurang gizi, stunting," katanya, Minggu, dilansir YouTube KPU RI.
"Apa bapak setuju dengan gagasan saya untuk memberikan makan bergizi untuk anak-anak Indonesia untuk mengatasi masalah stunting, kemiskinan ekstrem, mengurangi kematian ibu-ibu saat melahirkan," sambung Prabowo.
Menurut Ganjar, stunting harus ditangani sejak bayi dalam kandungan. Sehingga, ibu yang mengandung itu perlu diberi makanan yang bergizi.
"Kalau ngasih makannya untuk anak-anak mencegah stunting, saya tidak setuju," ungkap Ganjar.
"Karena bapak terlambat, stunting itu ditangani sejak dalam kandungan, ibunya yang dikasih gizi."
"Kalau gizinya baik, mereka cek rutin, maka akan ketahuan bahwa ibunya sehat, anaknya perkembangannya dilihat," jelas Ganjar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ganjar-Pranowo-debat-capres-5.jpg)