Pilpres 2024
Hasil Survei LSJ: Prabowo-Gibran, Anies-Muhaimin, Ganjar-Mahfud
Lembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis hasil riset terbaru mereka tentang elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024.
TRIBUN-TIMUR.COM - Lembaga Survei Jakarta (LSJ) merilis hasil riset terbaru mereka tentang elektabilitas pasangan calon pascadebat capres dan kandidat Gubernur DKI Jakarta 2024-2029.
Salah satu kesimpulan menarik dalam survei LSJ kali ini adalah setelah dua kali debat capres Anies Baswedan mulai ditinggalkan warga Jakarta.
Elektabilitas Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar di kontestasi Pilpres, maupun elektabilitas Anies di simulasi Pilgub DKI merosot tajam.
"Anies yang menampilkan gaya arogansi dengan melakukan serangan bertubi-tubi terhadap capres Prabowo Subianto, kehilangan simpati publik DKI yang dalam lima tahun terakhir sempat mengidolakannya," kata Direktur Riset LSJ Fetra Ardianto, seperti rilis diterima Tribun.timur.com, Sabtu (20/1/2024).
Sosok Anies Baswedan kata cenderung ditinggalkan warga Jakarta.
Jika sekitar tiga bulan lalu Anies masih menjadi idola di wilayah ibu kota ini dan mendominasi dalam berbagai survei Pilpres dan Pilgub DKI, kini mantan Mendikbud itu menjadi figur yang kurang disukai oleh Warga Jakarta.
"Ketika LSJ menanyakan kepada responden yang tidak memilih Anies, pada umumnya mereka mengaku kecewa terhadap kepribadian Anies terutama performa yang diperlihatkan selama dua kali debat capres," ungkapnya.
Sebagaimana mayoritas masyarakat Indonesia, warga DKI ternyata juga kurang menyukai kandidat yang sering melakukan serangan personal kepada kandidat lain.
Kepada responden dalam survei ini LSJ menanyakan apakah suka atau tidak suka terhadap seorang capres yang gemar menyerang aspek personal capres lain, ternyata mayoritas warga atau 71,6 persen responden mengaku tidak suka.
Hanya 24,5 persen responden yang menyatakan suka terhadap strategi menyerang personal kandidat lain dan 3,9 persen responden tidak dapat memberikan tanggapan.
"Publik Jakarta nampak begitu kecewa terhadap kepribadian Anies yang agresif menyerang pribadi capres Prabowo Subianto dalam debat capres."
"Selain lari dari substansi debat, kebiasaan menyerang personal kandidat lain dinilai masyarakat DKI sebagai refleksi dari kepribadian yang buruk dari seorang calon pemimpin," katanya.
"Komentar Babe Haikal yang mengungkit jasa Prabowo hingga menggadaikan tanah untuk membantu kemenangan Anies dalam Pilgub DKI 2017, rupanya juga cukup mempengaruhi sikap warga DKI terhadap Anies. Capres no urut 1 ini dinilai sebagai sosok yang tak tau balas budi," katanya.
Kekecewaan terhadap personality Anies Baswedan menyebabkan terjadinya migrasi dukungan warga Jakarta ke Prabowo-Gibran.
Jika dalam survei-survei sebelumnya Prabowo-Gibran selalu berada di posisi ketiga di DKI Jakarta, kini mulai kebanjiran simpati publik luas dan menempatkannya di posisi teratas elektabilitas paslon.
Lembaga Survei Jakarta (LSJ)
Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan
Prabowo-Gibran
Anies-Muhaimin
Relawan Ganjar-Mahfud
Mahfud MD: Saya Lebih Baik dari Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming |
![]() |
---|
Cak Imin Nilai Wacana Pembentukan Presidential Club Positif |
![]() |
---|
Alasan Surya Paloh Tinggalkan Anies Baswedan Usai Kalah di Pilpres, Kini Dukung Prabowo-Gibran |
![]() |
---|
PBB Takut Yusril Ihza Mahendra tak Jadi Menteri? NasDem-PKB Dukung Prabowo |
![]() |
---|
Prabowo-Gibran tidak Mundur Hingga Dilantik Jadi Presiden-Wapres |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.