Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilu 2024

Aktivis 98 La Ode Tantang Samsu Niang Menuju Senayan

La Ode Abdul Rauf tantang politisi PDI Perjuangan Samsu Niang menuju DPR RI Senayan Dapil Sulsel II

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
ISTIMEWA
Kolase La Ode Abdul Rauf dan Samsu Niang 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertarungan perebutan kursi DPR RI di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin memanas di Dapil Sulsel II.

Dikenal dengan julukan 'dapil neraka', wilayah ini menjadi panggung bagi persaingan politik yang tak kenal kompromi.

Sejumlah kandidat dari berbagai partai politik bersiap memperebutkan hati pemilih, menjadikan Dapil Sulsel II sebagai salah satu daerah dengan pertarungan paling seru.

Adapun Dapil Sulsel II memiliki 9 kursi DPR RI yang diperebutkan, terbanyak di antara tiga Dapil Sulsel.

Dinamika politik di daerah ini semakin berkembang seiring dengan kehadiran calon-calon kuat yang siap menggelar duel politik.

Misalnya kehadiran La Ode Abdul Rauf, Calon Legislatif (Caleg) dari PDI Perjuangan.

Meski disebut sebagai 'dapil neraka', mantan aktivis 98 ini tetap bersemangat menantang sejumlah nama besar.

Termasuk petahana internal partainya, Samsu Niang.

Perebutan kursi di dapil ini bukan hanya sekadar persaingan partai, tetapi juga pertarungan internal di PDI Perjuangan.

Samsu Niang, sebagai petahana dari partai yang sama, harus menghadapi tantangan serius dari kader partainya sendiri.

La Ode, tanpa gentar, menunjukkan tekadnya untuk merebut hati masyarakat, mempertaruhkan reputasinya dalam kontes politik yang semakin memanas.

"Saya tidak lihat tokohnya dari partai mana, yang penting kita harus turun menyapa masyarakat, masyarakat katakan disini harus ada penyedian aspirasi selama ini tidak disentuh yang gitu lho," kata La Ode di warkop Kopizone, Jalan Topaz, Kota Makassar, pada Rabu (3/1/2023).

Politisi Kelahiran Kota Parepare ini mengaku tidak melihat basis di mana yang akan diincar.

Baginya, Dapil Sulsel II merupakan lumbung suara dari masyarakat Bugis, semua berhak mendapatkan dukungan.

"Inikan lumbung kita Bugis, jangan mengkotak kotakkan basis, saya anggap semua basis saya prioritas, tapi ya perlu kita turun dan melihat apa yang mereka butuhkan, sapala masyarakat," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved