Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Aniesnomics, Prabowonomics dan Ganjarnomics

Opini Ilyas Alimuddin berjudul Anisnomics, Prabowonomics dan Ganjarnomics hadir di koran Tribun Timur edisi, Senin (18/12/2023).

Editor: Alfian
dok pribadi/ilyas alimuddin
Ilyas Alimuddin Dosen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UHO/Alumni Pasca Sarjana EPP Unhas. 

Karena itu, menurut hemat penulis pertarungan gagasan ekonomi sebenarnya hanya dua yakni Anisnomics vs Neo Jokowinomics.

Secara sederhana untuk memahami gagasan ekonomi calon presiden tersebut dapat dianalisis kontruksi logika sederhana.

Misalnya dengan slogan perubahan, maka dapat dipahami bahwa Anisnomics merupakan anti tesis dari Jokowinomics.

Begitupun dengan jargon lanjutkan maka Prabowonomics dan Ganjarnomics sama dengan Jokowinomics.

Satu contoh yang bisa menunjukkan perbedaan mendasar antara Anisnomics dengan Neo Jokowinomics adalah problem kemiskinan.

Meski bersepekat bahwa kemiskinan persoalan pelik yang dihadapi negeri ini, namun pada tataran perspektif dan paradigma, keduanya sangat berbeda.

Menurut Anisnomics persoalan kemiskinan harus dipandang sebagai persoalan ekonomi sehingga solusi pun harus ekonomisentris.

Berbeda dengan paradigma saat ini yang memandang kemiskinan dari perspektif sosial dan solusinya pun menggunakan pendekatan sosial, misalnya programpengentasan kemiskinan dikomandoi oleh kementerian sosial, dengan program pengentasan kemiskinan digunakan adalah memberikan bantuan sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin.

Paradigma Anisnomics mengatasi kemiskinan bukan dengan memberikan BLT tetapi memperbaiki kebijakan ekonomi.

Memberikan BLT secara kontinu tidak akan berhasil menarik masyarakat miskin keluar dari kubangan kemiskinan.

Yang terjadi justru menciptakan ketergantungan masyarakat miskin akan bantuan dari pemerintah.

Kebijkaan ekonomi mesti diperbaiki sehingga masyarakat miskin dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif. Tata niaga ekonomi musti diperbaiki.

Ketika tata niaga ekonomi diperbaiki maka hasil produksi dari nelayan, petani bisa masuk ke pasar, dengan suplay chan yang lebih pendek sehingga keuntungan yang didapatkan lebih baik.

Akses pasar yang sulit merupkan salah satu kendala terbesar yang dihadapi oleh orang miskin saat ini. Bila masyarakat petani atau nelayan yang miskin tersebut diberdayakan maka ke depan mereka tidak perlu lagi mendapatkan bantuan sosial, karena mereka memiliki penghasilan yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidup mereka.

Gagasan ekonomi kandidat telah dipaparkan, saatnya masyarakat menilai dan menentukan pilihan: Mau Perubahan atau Ingin Melanjutkan?

Yang mana yang terbaik dan menjadi pemenang, biarlah sejarah yang akan menjawab. 14 Februari 2024 sejarah akan merampungkan tugasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved