Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Aniesnomics, Prabowonomics dan Ganjarnomics

Opini Ilyas Alimuddin berjudul Anisnomics, Prabowonomics dan Ganjarnomics hadir di koran Tribun Timur edisi, Senin (18/12/2023).

Editor: Alfian
dok pribadi/ilyas alimuddin
Ilyas Alimuddin Dosen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UHO/Alumni Pasca Sarjana EPP Unhas. 

Kemudian dilanjutkan oleh Presiden Soeharto dengan Soehartonomics atau dikenal juga Ordebarunomics.

Pasca reformasi berturut-turut: Habibienomics, Gusdurnomics, Meganomics, SBYnomics sampai saat ini Jokowinomics.

Masing-masing memiliki ciri khas serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Secara umum, ada unsur yang memiliki kesamaan prinsipil dan adapula yang kontras, itu karena tantangan zamannya berbeda.

Sebut saja misalnya Ordebarunomics memiliki ciri laju pertmbuhan ekonomi yang cukup tinggi, 6-7 persen pertahun, pembangunan infrastruktur sampai ke daerah, pendidikan sekolah dasar yang meluas, stabilitas sosial dan politik yang terjamin.

Namun, demikian Ordebarunomics memiliki kekurangan yang sangat serius seperti praktek KKN, sistem sentralistik dan lainnya.

Selanjutnya ada Habibienomics.

Meski berumur pendek, tak cukup dua tahun, namun di masa ini ada berbagai capaian ekonomi yang patut diapresiasi.

Sebutlah misalnya lahirnya UU tentang Otonomi Daerah dan UU tentang Bank Indonesia (BI).

Dan yang paling pasti Habibie berhasil membawa transisi ekonomi negeri ini ke arah yang lebih baik pasca terhempas badai krisis moneter yang mempor-porandakan bangunan ekonomi Indonesia.

Saat ini sendiri, era Jokowinomics ditanadi dengan beberapa ciri diataranya pembangunan infrastruktur yang massif, deregulasi pada aspek yang menghambat investasi, pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif dan lainnya.

Adapun untuk tawaran ekonomi dari tiga kandidat calon presiden, Anisnomics, Prabowonomics, dan Ganjarnomics.

Jika ditelisik dan dengan menganalisi apa yang disampaikan oleh kandidat selama ini dapat disimpulkan bahwa baik Prabowonomics dan Ganjarnomics merupakan kelanjutan dari Jokowinomics.

Kedua capres tersebut sepakat untuk melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh Presiden Joko Widodo.

Sehingga Prabowonomics dan Ganjarnomics pada hakikatnya bisa disematkan sebagai Neo Jokowinomics.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved