Opini
Main Bola 'Dua Kaki'
Di sela-sela kunjungannya, Jokowi masih sempat meluangkan waktunya bermain bola dengan anak-anak remaja di daerah itu.
Oleh M.Dahlan Abubakar
Dosen FIB Unhas
Pada tanggal 22 November 2023 Presiden Joko Widodo terbang ke Kabupaten Biak Numfor Papua Barat untuk meresmikan sejumlah proyek di daerah tersebut.
Di sela-sela kunjungannya, Jokowi masih sempat meluangkan waktunya bermain bola dengan anak-anak remaja di daerah itu.
Mungkin publik akan melihat, Jokowi bermain bola secara tidak langsung karena terimbas ‘virus’ demam sepak bola Piala Dunia U-17 yang sedang dihelat di Indonesia.
Jokowi sendiri mengatakan, aksi bermain bola itu ada untuk memotivasi anak-anak remaja dapat mengembangkan bakatnya.
Fokus perhatian saya justru bukan pada sontekan bola Jokowi dan kemudian melepaskan bola ke jala ‘lawan’, melainkan pada nomor punggung yang dikenakannya.
Saya sempat merenung dan memikirkan guna memaknai nomor 23 yang tertera di punggung Jokowi.
Nomor pemain siapa ini? Lama benar saya merenung, berusaha mencari relasi tanda (23) dengan realitas politik saat ini.
Saya akhirnya menemukan jawabannya bahwa nomor punggung tersebut menyimbolkan pemain yang mengenakan nomor tersebut merepresentasikan diri memihak nomor urut dua pasangan calon yang sedang berlaga saat ini, yakni Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.
Merujuk pada nomor punggung tersebut, jelas Jokowi sedang bermain dua kaki, sebagaimana yang disentil Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sebagai Presiden dan Kepala Negara, Jokowi sebenarnya ingin memperlihatkan keberpihakan pada dua psangan itu.
Namun di sisi lain, dia justru telah berlaku tidak adil dan diskriminatif dengan memberi perhatian dan cawe-cawe hanya pada dua dari tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Jika kita menyimak apa yang muncul di layar kaca (TV) sebagai media arus utama yang layak dipercaya (daripada media sosial), sebagai presiden, Jokowi pun sudah terkena “offside”.
Bukan hanya “offside”, melainkan juga sudah memperlihatkan arah pemihakan sangat jelas yang bersifat dan berbau dinasti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/M-Dahlan-Abubakar-Dosen-Tidak-Tetap-Unhas-0905.jpg)