Pilpres 2024
Lika-liku Cak Imin dari Aktivis PMII Guru Pesantren dan Ketum PKB Hingga Cawapres Anies Baswedan
Setelah pasangan Anies-Muhaimin dengan akronim AMIN disahkan, geliat Cak Imin sebagai salah satu politisi yang kenyang asam garam pun mulai terlihat.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pilpres 2024 menghadirkan sejumlah kejutan di detik-detik akhir pendaftaran Capres dan Cawapres, salah satu kejutan 'politik' yang dihadirkan yakni dipilihnya Cak Imin sebagai pendamping Anies Baswedan.
Kini secara resmi Cak Imin yang memiliki nama lengkap Abdul Muhaimin Iskandar itu resmi melenggang ke pentas Pilpres sebagai cawapres nomor urut 2 bersama Capresnya Anies Baswedan.
Setelah pasangan Anies-Muhaimin dengan akronim AMIN disahkan, geliat Cak Imin sebagai salah satu politisi yang kenyang asam garam pun mulai terlihat.
Celetukan, respon atas pertanyaan dan tindak-tanduknya kini menarik perhatian.
Bahkan dalam beberapa hari terakhir Cak Imin telah mengundang kontroversi dengan berbagai pernyataannya.
Yang paling menyita perhatian terkait komentarnya mengenai "Lagi enak di Jakarta masa mau dipindahkan ke hutan" yang merespon pemindahan ibukota baru atau IKN.
Selain itu Cak Imin juga baru-baru mengatakan "Indonesia dalam kehancuran jika Amin tak menang."
Lantas siapakah sosok Cak Imin yang dikenal juga sebagai Ketua Umum PKB ini? berikut lika-liku perjalanan karier seorang Cak Imin.
Nama lengkapnya adalah Abdul Muhaimin Iskandar.
Dia meraih posisi puncak di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setelah menggantikan Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.
Sejak masa muda, Cak Imin aktif dalam berorganisasi.
Dia menjabat sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta dari tahun 1990 hingga 1997.
Aktivitas organisasinya membawanya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKB pada tahun 1998.
Cak Imin pertama kali menjadi Ketua Umum PKB pada periode 2005-2010.
Baca juga: 5 Survei Capres Terbaru Pilpres 2024 Prabowo di Atas, Anies Geser Ganjar, Mahfud MD: Jangan Hiraukan
Baca juga: Abaikan Prabowo-Gibran Wakil Ketua Golkar Gowa Andi Ishak Dukung Anies-Muhaimin, Nasdem Suka Cita
Pada 1 September 2014, ia kembali terpilih sebagai Ketua Umum secara aklamasi karena dianggap berhasil meningkatkan perolehan suara PKB menjadi 9,04 persen dalam pemilu 2014.
Mahfud MD: Saya Lebih Baik dari Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming |
![]() |
---|
Cak Imin Nilai Wacana Pembentukan Presidential Club Positif |
![]() |
---|
Alasan Surya Paloh Tinggalkan Anies Baswedan Usai Kalah di Pilpres, Kini Dukung Prabowo-Gibran |
![]() |
---|
PBB Takut Yusril Ihza Mahendra tak Jadi Menteri? NasDem-PKB Dukung Prabowo |
![]() |
---|
Prabowo-Gibran tidak Mundur Hingga Dilantik Jadi Presiden-Wapres |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.