Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Salip 23 Kabupaten Kota, Jeneponto Jadi Peringkat Pertama Progres PMM Kemendikbud RI

Hasilnya, kabupaten berjuluk Butta Turatea, Jeneponto menempati urutan pertama dari total 24 Kabupaten dan Kota.

DOK PRIBADI
Korwas Disdikbud Jeneponto, Abdul Talib dan Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Jeneponto, Rachmat Sasmito 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI merilis progres Platform Merdeka Mengajar (PMM) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hasilnya, kabupaten berjuluk Butta Turatea, Jeneponto menempati urutan pertama dari total 24 Kabupaten dan Kota.

"PMM Jeneponto itu sudah menjadi peringkat pertama dari 24 Kabupaten Kota yang ada di Sulsel," ujar Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Jeneponto, Rachmat Sasmito, Selasa (21/11/2023).

Pada tahun 2021-2022, Kabupaten Soppeng sempat menempati urutan pertama hasil progres PMM oleh Kemendikbud melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel. 

Namun, capain itu berakhir ketika Disdikbud Jeneponto melesat dari urutan 24 menjadi urutan pertama pada tahun 2023.

"Sebelumnya kita diperingkat 24, Alhamdulillah kita mampu melampaui Soppeng, itupun kita tidak melakukan intervensi yang sifatnya memaksa misalnya ditunda kenaikan pangkatnya (para guru) atau tidak dibayarkan sertifikasinya," ucapnya.

Untuk meraih capaian itu kata Rachmat, pihaknya bersama Koordinator Pengawas (Korwas) melakukan serangkaian persiapan.

Persiapan yang dimulai pada April hingga Juli 2023 itu melibatkan dua ribu tenaga pengajar dan terus mendapatkan pendampingan.

"Kita sudah jalankan implementasi kurikulum merdeka yang kita canankan waktu itu mulai dari deklarasi di Sipitangarri, dilanjutkan dengan diklat implementasi kurikulum merdeka yang melibatkan dua ribu guru lebih," tuturnya 

"Setelah diklat itu berhasil dilaksanakan dilakukan lagi pendamping oleh teman-teman dibawah Korwas dibawah bimbingan langsung melalui BBPMP supaya mau mengimplementasikan PMM," terangnya 

Ditempat yang sama, Korwas Disdikbud Jeneponto, Abdul Talib membeberkan strategi yang telah dilakukannya.

Pihaknya melakukan segala upaya agar peringkat Jeneponto bisa keluar dari posisi terendah.

"Pengawas satu Jeneponto itu bergerak, apa yang kita lakukan pada saat kunjungan pertama itu memang sangat rendah lalu kita memberi dorongan," ungkapnya. 

"Memberikan aksi nyata yang sudah jadi, lalu teman-teman kita memberikan interpal waktu dua minggu baru kita dampingi lagi, kita genjot melalui KKG (Kelompok Kerja Guru), memberikan contoh-contohnya. Nah, pada kunjungan dua minggu ada peningkatan dan itu terus kita lakukan," lanjutnya.

"Di PMM itu ada asesmen, asesmen itu bisa diakses kemudian digunakan oleh guru dan terbaca di kementerian berapa banyak guru yang mengakses," pungkasnya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved