Opini
Krisis Air: Menelaah Urgensi Air Bersih dan Aman bagi Kesehatan
Ketersediaan air bukan hanya sebatas kuantitasnya, melainkan juga kualitasnya.
oleh
dr. Airah Amir
(Dokter RSUD Kota Makassar dan Pemerhati Kesehatan Masyarakat)
TRIBUN-TIMUR.COM Krisis air menghantui Kota Makassar seiring datangnya musim kemarau. Tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, empat Puskesmas di kota ini juga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah Kota Makassar telah mendeklarasikan status tanggap darurat kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung selama sebulan, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan kemarau akan berlanjut hingga akhir tahun ini. (Sumber: makassar.tribunnews.com)
Pentingnya Kualitas dan Kuantitas Air
Ketersediaan air bukan hanya sebatas kuantitasnya, melainkan juga kualitasnya. Air minum aman adalah air yang bebas dari kontaminasi zat-zat pencemar baik dari segi fisik, kimia, maupun mikrobiologi yang dapat membahayakan kesehatan. Akses yang memadai terhadap air minum aman adalah hak asasi manusia, sebab air adalah elemen kunci bagi kelangsungan hidup, termasuk dalam pembentukan sel dan cairan tubuh, sistem transportasi, eliminasi proses metabolisme, serta regulasi suhu tubuh.
Air sebagai Komponen Utama Tubuh Manusia
Pentingnya air bagi manusia bergantung pada faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, ukuran fisik, jenis aktivitas, dan lingkungan. Mengatur asupan air sesuai pedoman Kementerian Kesehatan merupakan langkah penting dalam mencegah risiko berbagai penyakit dan mendukung proses penyembuhan.
Akses Terbatas terhadap Air Minum Aman
Sayangnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2022, hanya 11,8 persen atau sekitar 30 juta dari total 270 juta penduduk Indonesia yang memiliki akses terhadap air minum aman. Krisis air bersih juga telah menghambat upaya masyarakat untuk menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tingkat kebersihan dan sanitasi yang rendah berkontribusi pada pencemaran air dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit diare.
Diare: Ancaman Serius bagi Kesehatan
Diare adalah kondisi yang mengakibatkan penderitanya mengalami buang air besar dengan tinja encer atau cair. Umumnya, diare disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus, bakteri, atau parasit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa diare merupakan penyebab kematian kedua tertinggi pada anak di bawah lima tahun. Di Indonesia, bakteri seperti Escherichia coli (E.coli) menyumbang sekitar 15 persen kasus diare pada anak, namun hanya 31,3 persen air minum yang bebas dari bakteri E.coli menurut data Kementerian Kesehatan dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Perlunya Akses Air Bersih dan Aman
Krisis air saat ini mengharuskan masyarakat menggunakan sumber air yang tidak memenuhi standar keamanan, yang dapat berujung pada kasus diare. Air tercemar bisa berasal dari pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak tepat, seperti membuang sampah di sumber air, atau dari limbah industri yang mencemari sumber air. Hal ini membuat masyarakat tergantung pada penyedia air komersial. Air, yang seharusnya menjadi hak publik, kini menjadi komoditas yang diperdagangkan, memperparah kesulitan terutama di musim kemarau panjang saat ini.
Mendorong Kesehatan Masyarakat Melalui Akses Air Bersih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dr-Airah-Amir-Dokter-IGD-RSUD-Kota-n.jpg)