Opini
Asa Optimisme Memasuki Tahun Politik
Cerah di tahun mendatang, terang pada tahun mendatang. Itulah harapan dan keyakinan bangsa ini.
Oleh: Arief Azizy
Peneliti Laboratorium for Psychology Indigenous and Culture Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Cerah di tahun mendatang, terang pada tahun mendatang. Itulah harapan dan keyakinan bangsa ini.
Pasalnya, tahun depan sudah memasuki tahun politik yang mau tidak mau kita harus menjadi masyarakat yang pandai.
Sudah seharusnya kita dihadapkan pada sebuah pilihan politik dan mengharuskan kita semua untuk menyalurkan hak pemilih.
Bahkan kurang dari satu tahun lagi, negara kita akan memasuki puncak dari tahun politik nasional, yang titik momentumnya akan dilakukan dengan perhelatan pemilu.
Secara teknis, penyelenggaraan Pemilu 2024 berbeda dengan proses pemilu di beberapa periode sebelumnya.
Adapun di tahun 2024, proses pemilu dilaksanakan secara serentak pada bulan Februari, di mana rakyat Indonesia dapat menggunakan hak konstitusional mereka untuk memilih calon anggota legislatif, sekaligus calon presiden dan wakil presiden.
Sehingga kita sudah seharusnya menumbuhkan asa optimisme dalam menghadapi tahun politik.
Apalagi kita saat ini dihadapkan berbagai banyak persoalan yang kompleks.
Di tengah derasnya arus informasi melalui berbagai platform media digital dan media sosial, peran media arus utama sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi.
Selain itu, media arus utama juga harus berperan menyajikan informasi yang terverifikasi dan menyuarakan harapan bagi masyarakat.
Minimnya representasi kaum muda di panggung politik nasional tidak lepas dari keengganan mereka terlibat politik praktis.
Namun, tersimpan harapan besar dari masyarakat akan hadirnya kaum muda di ruang politik negara.
Kaum muda dan politik hidup berdampingan dan berjalan beriringan, dengan semua ide, gerakan dan idealisme yang dimilikinya pemuda selalu menjadi sebuah asa optimisme yang lahir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Arief-Azizy-Peneliti-Laboratorium-for-Psychology-Indigenous.jpg)