15 Ribu Guru PAUD Digaji Rp200 Ribu Per Bulan, Irman YL Minta Perhatian Ketua DPRD Sulsel
Sekitar 15.200 guru Pendidikan Guru Usia Dini (PAUD) di Sulsel sungguh memprihatinkan.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekitar 15.200 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulsel sungguh memprihatinkan.
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, mereka berharap bisa mendapat gaji yang layak.
Setidaknya setara dengan upah minimum provinsi (UMP).
Sayangnya, 15.200 guru yang tersebar di 24 kabupaten/kota ini menerima gaji yang tidak layak.
Mereka ternyata hanya dibayarkan upah senilai Rp200 ribu per bulan.
Ketua PB PGRI Pusat, Irman Yasin Limpo merasa prihatin dengan nasib guru-guru.
Tidak tinggal diam, Irman Yasin Limpo langsung menemui Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, Senin (11/9/2023).
"Kasihan guru-guru PAUD kita. Tugas mereka berat, mendidik anak-anak di usia golden age, tetapi mereka hanya dibayar Rp200 ribu sebulan," kata None, nama sapaannya.
None menyampaikan bahwa guru selalu dituntut mencetak Generasi Emas Indonesia menjelang tahun 2045.
Namun, bagaimana bisa diwujudkan jika guru-guru PAUD belum merasakan kesejahteraan.
Mereka tidak akan bisa fokus mengabdikan diri, jika pikiran mereka masih terbagi-bagi dan memikirkan kebutuhan hidup.
"Ini harus kita perjuangkan bersama. Semua harus turun tangan. DPRD Sulsel sebagai salah satu penentu dalam penetapan anggaran, harus turun tangan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, merespon baik tuntutan yang disampaikan None.
Legislator Partai Golkar ini berjanji bahwa kedepan, tentu akan memperjuangkan nasib para guru PAUD.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Irman-YL-adukan-gaji-guru-PAUD.jpg)