Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kawin Tangkap

Diculik untuk Dinikahi, Inilah Tradisi Kawin Tangkap di Sumba NTT, Kini Jadi Sorotan

Tradisi kawin tangkap dianggap mengarah ke penculikan perempuan, pelanggaran hak-hak perempuan, damn pelanggaran HAM.

Editor: Hasriyani Latif
Geengraphy
Ilustrasi pernikahan - Diculik untuk dinikahi, tradisi kawin tangkap di Sumba Barat Daya NTT kini jadi sorotan publik. 

Tradisi ini unik, karena menyangkut nama baik kedua keluarga, apalagi dengan latar keluarga berada.

Setelah ditangkap, pihak laki-laki akan membawa sebuah parang dan seekor kuda kepada pihak perempuan sebagai tanda permohonan maaf dan tanda bahwa perempuan sudah ada di rumah pihak laki-laki.

Prosesi Kawin Tangkap

Proses tradisi kawin tangkap dimulai dengan seorang pria yang ingin menikahi seorang wanita.

Pria tersebut harus melakukan persiapan dengan cermat dan merencanakan langkah-langkahnya.

Baca juga: Viral Wanita di NTT Jadi Korban Kawin Tangkap, Santai Berjalan Tiba-tiba Digendong Sekelompok Pria

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam tradisi kawin tangkap di NTT:

- Memilih Calon Pasangan: Pria yang ingin menikahi seorang wanita harus memilih calon pasangan yang telah disetujui oleh keluarganya.

- Pemberitahuan Keluarga: Pria tersebut kemudian memberi tahu keluarganya tentang niatnya untuk menikahi wanita tersebut.

- Penjemputan Calon Pengantin Wanita: Proses kawin tangkap dimulai dengan pria dan rombongannya mendatangi rumah calon pengantin wanita. Mereka tiba-tiba dan tanpa sepengetahuan wanita tersebut.

- Pengembalian Calon Pengantin: Pria tersebut kemudian membawa calon pengantin wanita ke rumahnya. Ini adalah bagian penting dari tradisi karena menunjukkan keseriusan dan tekad pria untuk menjadikan wanita itu istrinya.

- Upacara Adat: Setelah calon pengantin wanita tiba di rumah pria, mereka mengikuti serangkaian upacara adat yang mencakup pertukaran seserahan dan upacara keagamaan.

Baca juga: Heboh Video Detik-detik Kawin Tangkap di NTT, Disebut Sudah Tradisi, Netizen: Penculikan Gak Sih?

- Resepsi Pernikahan: Setelah prosesi upacara selesai, pasangan tersebut mengadakan resepsi pernikahan di hadapan keluarga dan teman-teman terdekat.

Tradisi kawin tangkap ini dianggap sebagai tanda penghargaan terhadap perempuan dan keluarganya, serta sebagai cara untuk menunjukkan komitmen sejati seorang pria dalam pernikahan.

Seiring perkembangan zaman, kawin tangkap yang dijalankan sudah melenceng alias tidak sesuai dengan prosedur awal yang sesuai dengan tradisi.

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved