Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Bijak Mengelola Sampah

Ada beberapa kategori sampah disana, seperti moenai -gomi yaitu sampah yang tidak terbakar seperti kaca dan barang pecah belah.

Editor: Sudirman
zoom-inlihat foto Bijak Mengelola Sampah
Ist
dr. Airah Amir, Dokter IGD RSUD Kota Makassar

Sampah yang masuk di TPA meningkat setiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk tetapi tidak dibarengi dengan upaya mengurangi sampah sedangkan area pembuangan tidak bertambah sehingga membuat sampah kian menggunung.

Belum lagi kebiasaan masyarakat yang asal membuang sampah, lebih memilih membuang sampah sembarangan daripada bersusah payah mencari tempat sampah.

Sehingga tidak heran jika saat ini banyak dijumpai sampah di pinggir jalan.

Berbeda ketika di Jepang, saya tidak pernah menjumpai adanya tempat sampah di pinggir jalan sehingga ini pula yang menjadi alasan mengapa berjalan kaki di Jepang begitu nyaman.

Jika mempunyai sampah saat beraktivitas, sudah menjadi kebiasaan untuk menaruh sisa sampah di tas yang kita bawa. Ketika tiba di rumah barulah aktivitas memilah sampah kembali dilakukan.

Uniknya kebiasaan memilah sampah ini pun dilakukan sejak anak usia dini, dengan tujuan membentuk kebiasaan .

Selanjutnya dari manakah saja asal sampah yang berakhir di TPA? Ada sampah yang berasal dari rumah, perkantoran/industri, Rumah Sakit maupun dari pasar.

Jika di Indonesia secara umum sampah dibedakan menjadi sampah organik seperti sampah sisa makanan dari dapur rumah atau restoran dan sampah anorganik seperti plastik, karet, logam, besi dan kaleng, serta adapula sampah berbahaya seperti jarum suntuk bekas, baterai dan kaleng bekas semprot nyamuk.

Beberapa kali saya mendapati tempat sampah di sekitaran jalan sudah berdasarkan klasifikasi sampah organik atau anorganik, tetapi jika menengok isinya hampir sama saja dengan tempat sampah biasa pada umumnya, semua jenis sampah berada dalam satu wadah.

Lantas berapa banyak sampah yang dibuang di TPA sampah setiap harinya? Untuk TPA Antang di Makassar sendiri telah mencapai 800 ton setiap harinya dan timbunan telah mencapai 50 meter.

Sampah tersebut dibiarkan begitu saja , tidak ada pengelolaan terhadap sampah yang menggunung tersebut. (tribuntimur.com)

Apa akibatnya bagi kesehatan? Seringkali sampah yang menggunung di TPA diselesaikan dengan cara dibakar.

Paparan jangka pendek partikel halus dari pembakaran sampah diketahui bisa memicu berbagai masalah pernapasan dan kardiovaskuler.

Saluran pernapasan yang mengalami iritasi menyebabkan batuk dan produksi dahak yang meningkat.Belum lagi kandungan senyawa kimia lain di udara seperti gas metan hasil pembakaran sampah yang bersifat toksik bagi tubuh.

Penanganan sampah memang belum menjadi perhatian serius dari masyarakat maupun dari pemerintah.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved