Sulsel Dilanda Kemarau
Dampak Elnino, Penghasilan Petani di Gowa Menurun
Salah seorang petani, Jabir Daeng Ngemba (45) mengaku terkadang ada air kadang juga kurang air.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Fajaruddin mengaku telah menyiapkan langkah dalam menghadapi fenomena El Nino.
Dia menyebutkan pertama, melakukan sosialisasi percepatan tanam.
"Kedua, menyarankan dan menyiapkan penggunaan benih genjah varitas cakrabuana dan impari 13 umur pertanaman sampai panen kurang lebih 80 hari," jelasnya
Ketiga, melalui UPT merekomendasikan varitas padi yang tahan terhadap kekeringan.
Kemudian keempat, mensiagakan petugas POPT untuk menghadapi hama penyakit tanaman
Kelima, mengupayakan pompanisasi.
"Keenam, Gowa menjadikan kunjungan Pak Mentan sebagai daerah yang cepat mengambil langkah-langkah percepatan tanam dengan melaksanan tanam perdana di Desa Maradekaya Kecamatan Bajeng tanggal 22 juli 2023 lalu," tuturnya.
Dalam menghadapi El Nino, antisipasi tersebut juga telah disampaikan ke Tim TPID Kabupaten Gowa.
Begitupun juga dalam rapat-rapat TPID dan untuk menghadapi dampak fenomena El Nino.
Untuk cadangan penyiapan air bagi petani, Fajaruddin mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas PU pengairan prop atau yang menangani irigasi agar dalam rangka mengantisipasi El Nino ini saluran air yang lain.
"Termasuk embun-embun yang kita telah buat diisikan air agar mampu mengatasi kelangkaan air jika terjadi El Nino," pungkasnya
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/petaani-111.jpg)