Sulsel Dilanda Kemarau
Dampak Elnino, Penghasilan Petani di Gowa Menurun
Salah seorang petani, Jabir Daeng Ngemba (45) mengaku terkadang ada air kadang juga kurang air.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-GOWA.COM - Petani di Jl Poros Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) juga terdampak elnino.
Terpantau sawah petani terlihat kering.
Salah seorang petani, Jabir Daeng Ngemba (45) mengaku terkadang ada air kadang juga kurang air.
Dia baru bisa mendapat air, dari aliran air di tanggul.
Pasalnya, beberapa bulan sudah tidak turun hujan karena musim kemarau.
"Kering juga, tapi kalau air biasa banyak biasa kurang. Saya ambil air dari tanggul karena sudah ada irigasi air dari tanggul ke sawah," ujarnya, Selasa (15/8/2023)
Selain itu, hama atau tikus juga menyerang sawah Daeng Ngemba.
Bahkan, meski sudah diberi racun, hama masih tetap menyerang sawah.
"Banyak tikus, tapi kalau lagi banyak tikus (hama) kita kasih racun dicampur beras lalu dikasih," ujarnya.
Dia mengaku tiga kali panen pada tahun ini.
Akan tetapi, panen terakhir pada dua bulan lalu terbilang menurun.
"Menurun dari tahun sebelumnya. Ini sawah bukan saya yang punya saya hanya garap. Kemarin pas panen saya dapat hanya 15 karung, tapi saya dapat dari sawah yang saya garap," katanya
Namun, dari lima belas karung padi, lima karung kualitasnya menurun karena banyak rumput liarnya .
Itupun sisanya kata dia, masih dibagi dua oleh pemilik sawah tersebut.
"Iya kurang lima karena kurang bagus ki. Kalau panas begini dan kalau tidak ada air kan banyak rumput liar tumbuh, belum lagi tikus. Kalau air tidak terlalu susah ji karena saya ambil air dari tanggul," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/petaani-111.jpg)