Opini
Antara Aku, Kau, dan Bekas Pacarmu
Lagu yang bergenre pop rock berjudul "antara aku, kau dan bekas pacarmu" dirilis tahun 1982 milik Virgiawan Listanto alias Iwan Fals.
H Alim Bachri
KUA Somba Opu Gowa
* Catatan kecil tentang program Gebrak (Gerakan Berbasis Revitalisasi Kinerja).
"Tabir gelap,
Yang dulu hinggap,
Lambat laun mulai terungkap.."
Fadil menyanyikan lagu hits milik Iwan Fals sambil melangkah menuju kantin kantor.
Lagu yang bergenre pop rock berjudul "antara aku, kau dan bekas pacarmu" dirilis tahun 1982 ini berada di album opini milik Virgiawan Listanto alias lwan Fals.
Seorang penyanyi legend yang masih eksis hingga kini dan memiliki jutaan penggemar.
Fadil tidak menghentikan senandungnya.
Dia tetap bernyanyi sambil menarik bibirnya ke atas.
Tersenyum.
"Labil tawamu,
Tak pasti senyummu,
Jelas membuat,
aku sangat,
ingin mencari.."
"Sudah, hentikan nyanyianmu, Dil!" pinta Gelo saat Fadil makin mendekat.
Telinganya merasa terganggu karena suara baritone Fadil saat bernyanyi tidak didukung bakat dan ilmu olah vokal.
Nyanyian Fadil malah membuat telinga bangsa lndonesia menjadi resah dan terganggu.
Seperti diketahui bahwa suara pria berkarakter baritone adalah jenis suara yang berada antara tenor yakni suara pria yang mampu mencapai nada tinggi dan bass yang hanya mampu mencapai nada rendah.
Fadil memang bersuara baritone serak tapi serak-serak jelek yang membuat syaraf pendengaran Gelo menjadi tidak nyaman.
Suasana kantin nampak lengang.
Sebelumnya hanya Gelo dan Ammar, dua lelaki dewasa berkulit hitam yang duduk di kursi kayu memanjang.
"Kamu tahu kisah di balik lagu lwan Fals yang kamu nyanyikan itu, Dil? tanya Ammar ke Fadil yang memilih duduk di kursi plastik di hadapan kedua sahabatnya.
"Tidak," jawab Fadil pendek.
Ammar lalu menjelaskan.
"Lagu itu berdasar kisah nyata tentang wanita pujaan hati lwan Fals yang berada di persimpangan jalan antara memilih dirinya yang hanya sebagai musisi jalanan atau memilih mantan pacarnya."
"Hmm, begitu ya? Seru juga ya kisah dibalik lagu itu," kata Fadil manggut-manggut.
"Dan akhirnya wanita tersebut memilih lwan Fals," lanjut Ammar
"Ohya, kalian tadi ngobrol apa? Sepertinya sangat serius," tanya Fadil.
Rupanya Fadil ingin berganti topik bahasan.
"Kami bicara tentang revitalisasi KUA seperti yang pernah saya jelaskan ke kamu," jawab Ammar serius.
Baca juga: Antara Aku, Kau, dan KUA
"Loh, Emang pak Gelo belum paham soal itu?" Balas Fadil sambil melirik Gelo yang hanya diam menatap ke depan.
Ammar ikut menoleh ke arah Gelo.
"Sebenarnya pak Gelo sudah paham konsep revitalisasi ini, begitu ya, pak Gelo?" pancing Ammar.
"Iya, iya saya sudah paham," jawab Gelo cepat.
Lalu dia gantian menyodorkan pertanyaan ke Ammar.
Sifat kritis Gelo mulai muncul.
"Nah, sekarang yang saya mau ketahui adalah terkait langkah lanjutan dari program revitalisasi ini."
Gelo betul. Sebuah program -sebagus apapun- akan tetaplah menjadi sekedar program yang statis bila tanpa follow up atau langkah lanjutan dengan dukungan sumber daya manusia yang akan menjalankan program tersebut serta tanpa adanya inovasi serta ide-ide kreatif.
"Wahh, ini pertanyaan terbaik ke tiga versi on the spot, Gelo," puji Ammar.
"Jadi oleh pimpinan kita, kepala kantor kementerian agama kabupaten Gowa, bapak H.Aminuddin yang kemudian merilis gagasan atau ide sebagai langkah strategis dan inovatif untuk bisa merealisasikan program prioritas dari menteri agama yakni revitalisasi KUA ini, bro.
Namanya Gebrak."
"Gebrak?" Seketika Fadil dan Gelo tersentak.
"Gebrak yang kecelakaan itu?" Tanya Fadil lugu.
"Tabrak itu," sergah Gelo cepat sambil tertawa.
"Jadi GEBRAK itu adalah singkatan dari Gerakan Berbasis Revitalisasi Kinerja."
Gerakan ini menyasar KUA baik yang termasuk KUA revitalisasi maupun non revitalisasi.
Gebrak KUA ini adalah upaya dan langkah strategis untuk menjadikan semua KUA di kabupaten Gowa ini memiliki spirit dan semangat merealisasikan program revitalisasi KUA secara efektif, efisien dan tentu saja simultan atau serentak.
Tujuan revitalisasi KUA itu:
1. Meningkatkan Kualitas beragama.
2. Memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan beragama.
3. Memperkuat program dan layanan keagamaan.
4. meningkatkan Kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.
Dari 4 tujuan revitalisasi inilah kemudian perlunya KUA melakukan upaya transformasi agar KUA yang sekarang bisa menjawab tantangan jaman.
Adapun transformasi itu dalam 5 bentuk yakni:
1. KUA menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam layanan publik.
2. KUA menjadi pusat layanan keagaman bagi masyarakat.
3. KUA menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ummat.
4. KUA menjadi pusat data keagamaan yang dilengkapi dengan sistem deteksi dan respon dini terhadap konflik keagamaan.
5. KUA menjadi rumah moderasi berbasis komunitas.
Nah, Pak Haji Aminuddin selaku kepala kantor selalu mengingatkan bahwa masalah kemudian muncul ketika di tataran realitas, masyarakat belum menerima standar layanan yang sesuai harapan. Sehingga di titik inilah kemudian sangat diperlukan akselerasi atau percepatan pemahaman akan konsep dari program revitalisasi ini kepada sejumlah KUA yang sudah ikut program revitalisasi, termasuk yang belum terjamah program tersebut.
So, inilah maksud sesungguhnya dari program mandiri bernama GEBRAK ini, anak muridku.
Agar ada percepatan serta tindakan serius dari insan KUA.
Adapun Gebrak KUA di kementerian agama kabupaten Gowa ini sebagai mana arahan beliau yakni fokus pada:
A. Peningkatan kapasitas kelembagaan.
B. Penyempurnaan standar pelayanan.
C.Transformasi digital layanan.
D. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
E. Penguatan regulasi.
Penguatan dan integrasi data.
Kesemuanya ini bertujuan meningkatkan pelayanan keagamaan pada masyarakat dan kualitas kehidupan beragama.
Program Gebrak KUA ini tentulah menjadi momentum untuk merekontruksi paradigma dan perspektif dalam proses pemberian pelayanan agar peran KUA semakin terasakan oleh masyarakat luas.
Sampai di sini paham, anak-anak?" Tanya Ammar sambil mengelap keringatnya yang bercucuran karena panjang lebar memberi penjelasan.
"Kami sudah mengerti, pak guru," sahut Gelo dan Fadil kompak sambil menahan senyum.
"Baiklah. Saya senang kalian berdua bisa mengerti.
Kalau begitu mari kita bubar.
Tapi sebelum bubar, ada pertanyaan dari kamu, Gelo?
"Tidak ada," jawab Gelo menggeleng.
"Saya ada pertanyaan," kata Fadil mengangkat tangan.
Sebelum Ammar mempersilahkan, Fadil segera melanjutkan pertanyaannya.
"Bolehkah saya melanjutkan nyanyianku tadi, soalnya itu lagu kaporit saya," wajah Fadil memelas minta diijinkan bernyanyi.
Ok, no problem, itu juga lagu favorit banyak orang.
Silahkan lanjutkan asal saya dan Gelo sudah pergi," tukas Ammar sambil berdiri dan siap beranjak pergi.
Disusul Gelo yang segera menghabiskan kopinya lalu menyusul Ammar.
Keduanya melenggang pergi sambil tertawa melihat Fadil kembali bernyanyi.
Apa yang tersembunyi,
Di balik manis senyummu,
Apa yang tersembunyi,
Di balik bening dua matamu,
Dapat kutemui,
Mengapa engkau tak pasti,
Lalu aku coba untuk mengerti,
Saat engkau tiba di simpang jalan,
Kau bimbang tentukan arah tujuan,
Reff.
Jalan gelap
yang kau pilih,
Penuh lubang
dan mendaki,
Tulisan ini harus segera selesai sebelum Fadil menyelesaikan lagunya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.