Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Anak Tukang Batu di Bone Lulus Jadi Polisi, Sempat Pinjam Materai dan Jalan Kaki 2 Km

Tekad Muh Jasil (21) untuk menjadi abdi negara di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) patut diacungi jempol.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Muslimin Emba/Tribun-Timur.com
Siswa Bintara Polri, Muh Jasil saat ditemui di SPN Batua, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (19/5/2023) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tekad Muh Jasil (21) untuk menjadi abdi negara di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) patut diacungi jempol.

Bukan langkah yang muda bagi pemuda kelahiran Palattae, Bone 1 September 2001 ini, untuk dapat berseragam Bhayangkara.

Banyak lika-liku kehidupan yang harus dilalui anak ke lima dari tujuh bersaudara itu.

Terlebih, sang ibu Aminah menghadap sang ilahi pada 2017 silam.

Saat itu, Jasil masih duduk di bangku kelas tiga SMA.

Ia pun harus hidup bersama sang ayah Daeng Bana, yang saban hari bekerja sebagai tukang batu.

Sementara enam saudaranya telah menetapkan di Kota Makassar.

Jasil yang menyandang status piatu, begitu terpukul.

Sosok yang mengandungnya sembilan bulan dan membesarkan hingga dewasa, telah pergi untuk selama-lamanya.

Apalagi, ia merasa belum sempat membahagiakan sang ibu sebelum wafat.

Berangkat dari perasaan sedih itu, Jasil muda pun mulai mengukuhkan tekadnya.

Ia bergegas meninggalkan kampung halamannya di Kabupaten Bone, lalu menuju ke Kota Makassar setelah lulus SMA.

Di Makassar, Jasil tinggal di rumah saudara yang berlokasi di kawasan kumuh dan padat penduduk.

Tepatnya di tepi Kanal Kandea, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala.

Di rumah sang kak, Jasil perlahan memantapkan tekadnya menjadi sosok yang membanggakan bagi keluarga.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved