Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Taufan Pawe Minta Kafilah Jaga Identitas Parepare

Wali Kota Parepare M Taufan Pawe hadiri pembukaan seleksi tilawatil quran dan hadits (STQH) ke-33 Sulsel.

|
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Abdul Azis Alimuddin
DOK PRIBADI
Wali Kota Parepare M Taufan Pawe saat menghadiri pembukaan seleksi tilawatil quran dan hadits (STQH) ke-33 Sulsel. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman hadir membuka kegiatan tersebut di lapangan Pemuda Benteng, Selasa (3/5/2023) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Parepare M Taufan Pawe hadiri pembukaan seleksi tilawatil quran dan hadits (STQH) ke-33 Sulsel.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman hadir membuka kegiatan tersebut di lapangan Pemuda Benteng, Selasa (3/5/2023) lalu.

Taufan Pawe menekankan agar kafilah STQH Parepare harus menjaga identitas daerah sebagai kota santri dan ulama dan mampu memperlihatkan talenta untuk berprestasi.

“Sesungguhnya para kafilah kita adalah duta-duta kota Parepare. Kami berharap mereka perlihatkan talenta untuk berprestasi dan menjaga nama baik Parepare sebagai kota santri dan kota ulama,” katanya.

Taufan Pawe berharap agar peserta atau kafilah Parepare mampu memaknai secara filosofi bahwa kandungan alquran itu ada dalam pikiran dan hati.

“Berprestasi itu simbol. Mudah-mudahan dengan seleksi ini bisa mengandung filosofi yaitu, bahwa sesungguhnya masyarakat parepare adalah insan-insan qurani,” katanya.

Sementara Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan apresiasi kepada Bupati Selayar beserta jajaran Pemkab Selayar, pengurus LPTQ dan seluruh masyarakat Selayar yang menggelar pembukaan STQH ke-XXXIII Kepulauan Selayar ini.

“Hari ini kita melaksanakan STQH tingkat Provinsi di kepulauan Selayar. sebagai tuan rumah saya beri apresiasi sebesar-besarnya kepada Bupati Selayar dan jajaran serta pihak yang terlibat, semoga acara berjalan lancar hingga akhir,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Alquran adalah kitab suci bagi umat Islam yang berisi pokok-pokok ajaran Islam yang meliputi akidah syari’ah, akhlak, kisah-kisah dan hikmah dengan fungsi utamanya sebagai hudan (petunjuk) bagi umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Alquran diturunkan Allah SWT sebagai pedoman hidup setiap muslim. Oleh karena itu Alquran harus senantiasa dibaca, dipelajari,” katanya.

“Difahami maknanya dan dijadikan dasar dalam kehidupan sehari-hari, semoga agenda ini bisa menjadi motivasi agar kita lebih mencintai Alquran,” jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved