Sempat Ditolak, Kasus Pelecehan Mahasiswi dan Dosen di Wajo Akhirnya Ditangani Polres
Hal tersebut terbongkar saat beberapa korban menyadari bahwa dirinya melihat ponsel pelaku melakukan rekaman video.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ari Maryadi
TRUBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kasus pelecehan seksual terhadap Dosen dan Mahasiswi Universitas Puangrimaggalatung (Uniprima) Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mulai ditangani pihak kepolisian, Rabu (1/4/23).
Berdasarkan LP Nomor : LP/B/53/V/2023/SPKT/POLRESWAJO/POLDASULAWESI SELATAN per tanggal 1 Mei 2023.
Hal tersebut terbongkar saat beberapa korban menyadari bahwa dirinya melihat ponsel pelaku melakukan rekaman video.
Menurut pengakuan salah satu korban, AB (42) mengatakan kejadian tersebut terjadi di toilet salah satu rumah korban, tepatnya di Desa Lagosi, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (12/4/23)
"Pelaku merekam menggunakan ponsel saat beberapa korban bergantian masuk ke dalam WC," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ponsel milik Pelaku, Sahrul. Sementara, yang merekam yakni Adil Akbar.
Lebih lanjut, rekaman tersebut viral saat diterima salah satu rekan pelaku bernama Afrizal alias Ucung.
"Ucung terima video dan mengaku dapat video itu dari pelaku Adil, kemudian teman ucung melaporkan hal tersebut dan akhirnya korban keberatan," lanjutnya.
Korban pun langsung melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Wajo.
Meski demikian, laporan para korban sempat ditolak lantaran tidak memiliki bukti kuat pada Jumat (28/4/23) lalu.
"Sempat ditolak di Polsek Pammana karena tidak ada bukti video, tapi saat ini sudah di proses di Polres, semoga cepat diselesaikan kasusnya," ucap AB.
Sementara, Dewan Pembinan Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Heryanto Ardi berharap kasus ini segera diselesaikan karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyrakat.
"Kami berharap kasus ini menjadi atensi bagi Polres Wajo, mengambil langkah tegas karna bukan hanya sekali melainkan sudah sangat meresahkan masyarakat," harapnya.
Ardi menjelaskan efek dari kejadian ini sangat luar biasa khususnya bagi para korban.
"Akan menimbulkan trauma berat bagi adik-adik kita, khususnya para Mahasiswi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/polres-wajo-22023.jpg)