Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

AAS, Inspirasi Kaum Muda Indonesia

Seorang menteri Presiden Jokowi di periode pertamanya yang sedang berbicara menjelaskan tentang kondisi pangan dan berbagai hal bertemakan pertanian

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Anshar Aminullah 

Anshar Aminullah
(Alumni Magister Sosiologi Unhas) 

 

 


TRIBUN-TIMUR.COM - 27 April menjadi hari istimewa. Saat mencoba mengawali tulisan ini, sebuah narasi sederhana untuk publik figur yang berstatus tak pernah saya jumpai langsung. Beberapa tahun terakhir namanya sangat familiar ditelinga saya bahkan di seluruh pelosok negeri ini.

Secara khusus, kuat keinginan menulis fragmen yang menurut saya paling istimewa dari sosok ayah dari empat orang anak ini. Oleh karena itu, saya coba memulai dari sebuah angle yang sederhana saja. 

Beberapa tahun sebelum siaran analog mengakhiri kejayaannya, dan dua tahun sebelum stroke membuat ayah kami terbaring tanpa daya di tempat tidur, bapak kami selain gemar melibatkan secara diam-diam kami bersaudara dalam doa-doa panjangnya, dia juga gemar memberikan sinyal simbolik untuk belajar banyak pada tokoh yang sedang dia tonton di televisi.

Dengan posisi volume suara nyaris diangka 50 persen. Dari sekian banyak siaran TV pilihan almarhum, dua yang paling menarik animonya, jika bukan acara yang berdebat bertema politik dengan urat leher seolah nyaris putus, dan yang paling dia suka adalah saat menonton tokoh nasional asal Sulawesi Selatan, Jusuf Kalla. Ayah kami adalah salah satu fans garis keras mantan Wapres RI ini. 

Selain pak JK, ayah kami ini cukup sering memencet remote tv hanya untuk mencari siaran yang menayangkan seseorang yang kala itu masih tergolong baru terdengar kiprahnya dalam kabinet di pemerintahan.

Seorang menteri Presiden Jokowi di periode pertamanya yang sedang berbicara menjelaskan tentang kondisi pangan dan berbagai hal bertemakan pertanian di Indonesia. 

Dari beberapa kali saya ikut serta melihat tayangan wawancaranya, tampilan dan gesture di depan awak media, kesederhanaan dan perangai bersahajanya terlihat masih cukup dominan.

Bukan karena dia sedang mengenakan kemeja putih tanpa motif tambahan, namun oleh karena secara tegas ada yang tersirat pada tatapannya, perihal kedernawanannya yang tersimbolkan secara eksplisit dari perilaku berbagi kesesama yang masih dia rawat hingga sekarang.

Pun juga tak lepas wibawanya yang masih mencerminkan bahwa dia berasal dari keluarga yang tak kenal kata menyerah melawan kerasnya gelombang kehidupan.

Namanya Andi Amran Sulaiman. Salah satu tokoh Nasional asal Sulawesi Selatan yang hari ini memasuki usia dengan angka istimewa, 55 Tahun. 

Sederhana dan Menginspirasi

Dalam teks ini, kita mungkin bersepakat, bahwa jauh sebelum menjadi seorang bayi, posisi kita adalah sebagai manusia yang telah memiliki pengetahuan yang cukup prima perihal muatan ruang serta waktu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved