Opini
Lebaran di Kampung Surgawi
Ia dititipkan bak mutiara, jauh ke dalam pelosok, terbenam dari pikuk modernitas kemegahan kota.
Mereka sebenarnya kosong, jauh dari kedamaian di tengah pikuk keramaian.
Orang kota itu akhirnya "telanjang", benar-benar telanjang dengan paradigma tentang surga yang sesungguhnya ia dambakan ternyata ada di desa.
Desa dengan alamnya membentang indah tak mereka dapatkan di tengah kota.
Lihatlah nanti, bagaimana hari raya lebaran di kota, ada sepi dan sunyi, terasa kehampaan interaksi sosialnya.
Sebenarnya, mereka yang di kota merupakan produk zaman urban, bekerja sebagai mesin kehidupan, namun penduduk kota asli tak ada apa-apanya tanpa mereka.
Olehnya, ketika kaum urban yang dianggap "kampungan" benar-benar pulang kampung, disitulah titik nadir orang-orang modernis itu cemburu, tak tau mau pulang kemana, kota akan lengang dan hening, kemacetan tiada nampak, kecuali beton dan panasnya aspal hitam menyengat kesunyian.
Orang kota tak punya tanah lapang, tempat bermain generasi "ingusan" yang ceria.
Tak punya sawah nan hijau, tempat berjibagu lumpur dan pemandangan menyehatkan mata.
Warga kota tak punya air yang jernih sebening embun, kubangan sawah tempat berendam, "salto" jumparingan ditengah dinginnya gemercik air kali dan penangkar ikan tawar.
Kaum kota tak punya udara segar, tempat menghirup kehidupan surgawi.
Mereka benar-benar kehilangan nikmatnya gambaran itu, ia hanya menikmati visualisasi layar bergambar alam desa.
Sobat, pulanglah temui sanak keluarga, saudara dan kawan lama. Sesungguhnya merekalah orang-orang surgawi dengan senyumnya yang tulus menanti hadirmu.
Bukan, bukan mereka yang di kota tersenyum profesi, sebagai sunggingan konvensionalitas, target bisnis kapital dalam tekanan kerja.
Lihatlah, bagaimana kaum pelosok desa memperlakukanmu, orang kampung itu tanpa sekat memelukmu, menjabatmu dengan tangannya yang tak sehalus telapak tangan hasil produk kosmetik kaum kota.
Namun percayalah, kelembutan hati warga kampung, jauh labih halus dari tangan siapa pun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Komisioner-Bawaslu-Gowa-Juanto-Avol.jpg)