Opini
Lebaran di Kampung Surgawi
Ia dititipkan bak mutiara, jauh ke dalam pelosok, terbenam dari pikuk modernitas kemegahan kota.
Pulanglah, ingatlah saat mengejar ayam di kampung, lalu menginjak tainya.
Kenanglah ketika melepas ternak dihamparan rumput, kompak membopong rumah kayu pindah ke tempat lain beramai-ramai.
Senyumlah ketika terngiang "nyolong" mangga di ujung desa dan guru ngaji menghukummu dengan mengisi gentong air.
Sumringahlah saat semua canda tawa sahabat-sahabat kampung memergokimu memadu kasih dengan anak pak dusun, tertawalah mengenang ibu mengajarmu dengan cambuk ranting kayu andalan.
Dambalah kenangan itu saat-saat bermain gasing, klereng, bedil bambu, petak umpet dan gala gawang sendal jepit.
Kawan, kita tau engkau sedang merindunya, mudiklah walau engkau dilarang oleh keadaan, anggap saja itu wisata di halaman surgawi. Pesan ku titip padamu terjuntai merajut.
"Jika ada sarung terlipat, janganlah kaget lompat mengumpat. Jika ada hati terselip luka karena mengumpat, ku mohon maaf walau tak sempat. Selamat menanti hari ketupat, Mohon maaf lahir dan batin".(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Komisioner-Bawaslu-Gowa-Juanto-Avol.jpg)