Mengatasi Tantangan Revolusi Industri Bagi PNS dan PPPK
Penulis menilai bahwa beliau merupakan salah satu pimpinan yang visioner, telah memikirkan kondisi dan kemungkinan mendatang.
Internet of Thing demikian disebutkan dalam berbagai literature yang berkaitan Revolusi Industri ke 4.
Manusia bahkan akan hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global, terjadi disruption (gangguan), penjungkirbalikan pada semua tata kehidupan manusia, tidak ada batas-batas yang jelas tentang berbagai hal, sebagai contoh batas negara menjadi kabur karena arus transaksi perdagangan berbasis online, informasi masuk tak terbendung dari semua penjuru dunia, kontak fisik dan interaksi masyarakat diwakili dengan berbagai aplikasi sosial media.
Hal tersebut diatas juga mulai menggejala pada organisasi korporasi dan pemerintahan, sebagai contoh transaksi elektronik (maski tidak menggunakan bukti legal misal tandatangan dan stempel) sudah menjadi bukti transaksi yang lazim dan sah.
Pada Organisasi Publik / Pemerintah misalnya mulai digunakannya berkas elektronik untuk proses Kenaikkan Pangkat Regular dengan menggunakan istilah lesspaper (sedikit kertas) dan akan terus menjadi paperless (tanpa kertas), contoh lain pengajuan dan pembayaran pajak dengan menggunakan e-filling sehingga wajib pajak tidak perlu berjubel dikantor pajak.
Kemajuan teknologi yang merupakan penggerak Revolusi Industri 4.0, dimana kemajuan teknologi tersebut diwakili keberadaan teknologi informasi yang diwujudkan dalam berbagai fasilitas aplikasi, penggunaan jaringan internet dan atomatisasi peralatan mekatronika lainnya tetap meninggalkan permasalahan yang merupakan tantangan dimasa mendatang.
Suatu realita yang tidak dapat dipungkiri bahwa otomatisasi akan menghilangkan banyak pekerjaan, bila dikaitkan dengan kontek statemen yang ’65 % pekerjaan saat ini akan hilang 10 tahun mendatang’, maka dampak ini yang saat ini menjadi bahan renungan bersama.
Bagaimana PNS dan PPPK menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0
Apakah kita (PNS) siap menghadapi kemungkinan 10 tahun mendatang? hal ini tidak cukup hanya direnungkan tetapi yang dipikirkan sekarang harus mulai direncanakan dan dikerjakan mulai sekarang, karena waktu tidak akan kompromi dan akan melaju terus.
"65 % Pekerjaan Hari ini akan Hilang 10 tahun mendatang" merupakan hal yang nyata dan pasti akan terjadi, maka bersiap hari mulai sekarang akan membantu memperkecil resiko terimbas karenanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/POPIININ1.jpg)