Opini
Ramadan Penuh Berkah
Ramadan dan keberkahan ibarat dua sisi mata uang, satu dan lainnya tidak akan mungkin dipisahkan..
Oleh: Dr Ilham Kadir MA
Pimpinan BAZNAS Enrekang
TRIBUN- TIMUR.COM - Ramadan dan keberkahan ibarat dua sisi mata uang, satu dan lainnya tidak akan mungkin dipisahkan.
Di antara ungkapan paling populer adalah, 'syahrun mubarak' atau 'bulan penuh berkah' atau semakna dengan itu, 'Ramadhan mubarak'.
Kata berkah juga sudah menjadi bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berkah berarti 'karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia'.
Sementara dalam bahasa Inggris berkah dapat disepadamkan dengan kata 'blessing' yang diartikan oleh Oxford Dictionary, sebagai 'God's help and protection, or a prayer asking for this'.
Pertolongan dan perlindungan Tuhan, atau meminta doa untuk ini'.
Dalam literatur Arab, yang merupakan bahasa asalnya, berkah secara bahasa memiliki beberapa makna.
Antara lain 'al-luzum' yakni sesuatu yang tetap dan bertahan. Sehingga mempunyai satu akar kata dengan 'al-birkah' yaitu danau atau kolam.
Arti 'birkah' adalah serupa dengan kolam yang digali untuk menampung air. (Ibnu Faris, Mu’jam Maqayis Al-Lughah, 1/230).
Terminilogi etimologi di sini menunjukkan jika berkah diumpamakan dengan kolam tempat berkumpulnya air, maksudnya tetapnya kebaikan pada sesuatu tersebut, atau menyatunya air sebagai sumber kehidupan.
Makna lain dari berkah adalah 'al-nama’ wa ziyadah' atau sesuatu yang tumbuh dan bertambah. Adapun 'tabrik' adalah doa meminta berkah.
Baca juga: Ramadan dan Pentingnya Madzhab Negara?
Baca juga: Literasi Ulama: Nasehat Ramadan AGH Sanusi Baco
(Az-Zubaidi, Taj Al-‘Arus Min Jawahir Al-Qamus, 27/57) maksudnya “kebaikan yang selalu tumbuh dan berkembang” itulah berkah. Berkah juga berati 'al-sa’adah' yaitu kebahagian. (Ibrahim Musthafa, dkk. Al-Mu’jam Al-Wasith, 1/52).
Maka segala sesuatu yang berkah adalah yang dapat mendatangkan kebahagian bagi pemiliknya.
Jika disimpulkan, maka arti berkah secara bahasa mempunyai makna sesuatu yang tetap, tumbuh, dan mendatangkan kebahagian.
Adapun berkah secara istilah, maka para ulama memberikan defenisi cukup beragam. Sebagaimana yang dikatakan Ar-Raghib Al-Ashfahani, bahwa berkah adalah, “Menetapnya kebaikan ilahi dalam sesuatu tersebut. [Tsubuut al-khaer al-ilahiy fi asy-syae'.” (Raghib Al-Ashfajani, Al-Mufradat Fi Gharib Al-Qur’an, 199).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ILHAM-KADIR-24123333.jpg)