Opini
Ramadan dan Tradisi Kenaikan Harga
Fenomena kenaikan harga ini tentu tidak bisa dianggap kondisi biasa, apalagi lonjakan harga pangan menjelang Ramadan terus berulang.
Sebagai sebuah sistem kehidupan, Islam memiliki solusi bagi semua permasalahan manusia, baik skala individu, masyarakat, maupun negara.
Dengan menerapkan sistem Islam secara menyeluruh dalam semua aspek kehidupan, maka negara akan mampu menyelesaikan setiap problem secara komprehensif.
Secara politik, Islam mengharuskan negara hadir secara penuh sebagai penanggung jawab semua kebutuhan rakyat sekaligus menjadi pelindung mereka.
Secara ekonomi, sambungnya, sistem Islam akan menerapkan sistem ekonomi yang adil dan menyejahterakan seluruh rakyat.
Di dalamnya diatur dengan rinci tentang hak kepemilikan harta dan cara mendistribusikan kekayaan yang benar sehingga akan terwujud pemerataan ekonomi.Sehingga dengan menjalankan politik ekonomi Islam, maka kesejahteraan bukan lagi khayalan.
Terkait dengan stabilisasi harga, Islam memiliki mekanisme yang ampuh menjaga gejolak harga sehingga harga tetap stabil dan rakyat terpenuhi kebutuhannya.
Apalagi masalah pangan, tentu sangat diperhatikan karena merupakan kebutuhan pokok yang harus didapatkan setiap individu.
Oleh karena itu, negara akan memperhatikan semua aspek dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Pemerintahlah yang wajib mengatur semua rantai pangan, yaitu produksi, distribusi, sampai konsumsi rakyat.
Negara harus menjamin semua individu rakyat mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan layak, berkualitas, dan harga yang terjangkau.
Islam juga akan menjamin mekanisme pasar terlaksana dengan baik. Negara akan memberi sanksi tegas bagi pelaku pasar yang melakukan penipuan, penimbunan, dan monopoli.
Dengan support system seperti ini, maka tradisi kenaikan harga barang menjelang Ramadan bisa teratasi. Wallahu a’lam bisshawab.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Tolawati-Ummu-Athiyah-Pemerhati-Masalah-Sosial-Makassar-bb.jpg)