Opini
Perspektif: Menghadapi Masalah
Sebelum ke Sidratul Muntaha Rasulullah bertemu dengan para Nabi dan Rasul dan menjadi imam shalat berjamaah
Jika sedang menghadapi masalah setiap saat bisa menghadap kepada Allah mengadukan segala permasalahan dan memohon pertolongan melalui aktivitas shalat.
Mindset harus ditindaklanjuti dengan action melalui perubahan strategi dakwah.
Melihat Mekkah sudah tidak bisa menerima dakwah maka beliau mencari tempat dan pendukung baru di luar Mekkah.
Akhirnya dipilihlah Yastrib yang kemudian diganti namanya menjadi Madinah.
Beliau dan pengikutnya pun hijrah ke Medinah. Membangun masyarakat Islam di Madinah, saling bahu membahu dan tolong menolong antara kaum Muhajirin dan Anshar.
Meskipun telah hijrah ke Madinah, kaum kafir Quraisy tetap saja memusuhi dan ingin menghancurkan kaum muslimin.
Terjadilah perang besar seperti Perang Badar, Uhud dan Khandak. Sampai akhirnya gencatan senjata melalui Perjanjian Hudaibiyah.
Kesempatan itu digunakan untuk berdakwah ke kabilah dan suku yang lain. Bahkan ke Persia dan Romawi, dua negara adidaya pada masa itu.
Sampai akhirnya pada tahun 10 Hijiriyah Rasulullah kembali ke Mekkah dan meraih kemenangan gilang gemilang di peristiwa Fathuh Mekkah.
Kesimpulan dari uraian di atas yaitu menghadapi masalah butuh dua hal yaitu mindset positif yang membangun daya tahan, dan kecerdasan dalam melakukan perubahan strategi.
Mindset positif akan membangun pola pikir bahwa segala tantangan dan masalah harus dihadapi, dihayati.dan dinikmati.
Masalah membuat kita berpikir mencari solusi yang tepat.
Melalui kerja keras, cerdas, ikhlas dan tawakkal kepada Allah akhirnya kemenangan dapat diraih sebagai buah dari kesabaran dan kecerdasan.
Apakah Anda masih takut menghadapi masalah? Semoga tidak lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamril_rektor.jpg)