Pemilu 2024
Cerita Petugas Pantarlih Bulukumba Susuri Kaki Gunung Lompobattang Sejauh 10 Kilometer untuk Coklit
Petugas harus berjalan kaki sepanjang 10 kilometer untuk menyusuri rumah-rumah warga di lereng kaki Gunung Lompobattang.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNBULUKUMBA.COM, BULUKUMBA - Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Kelurahan Borongrappoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyisir rumah warga sejauh 10 kilometer untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit).
Petugas harus berjalan kaki sepanjang 10 kilometer untuk menyusuri rumah-rumah warga di lereng kaki Gunung Lompobattang.
Warga berdomisili di kaki pegunungan antara Gunung Lompobattang dan Gunung Bawakaraeng.
Petugas harus berjalan kaki karena akses jalan kurang bagus.
Jalanan terjal dan licin di musim hujan ini membuat petugas harus menyerah naik sepeda motor.
Sehingga pilihan satu-satunya adalah berjalan kaki.
Para petugas Pantarlih yang didampingi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Panitia Pemungutan Suara (PPS) diawasi Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam), dan Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa Borongrappoa.
Petugas juga harus menyeberangi sungai dengan menggunakan jembatan bambu.
Petugas harus menembus malam karena jarak penduduk yang satu dengan yang lainnya berjauhan.
Mereka ada yang berdomisili di tengah hutan kebun cengkih.
Petugas juga sempat terjebak angin kencang dan hujan lebat di kaki gunung tersebut.
Baca juga: Petugas Pantarlih Makassar Terobos Banjir hingga Ditolak Warga Perumahan Elit saat Coklit
Baca juga: Viral Aksi Loyalitas Pantarlih di Luwu, Tetap Lakukan Coklit Meski di Acara Nikahan
"Petugas harus lalui jalan ekstrem dan tembus malam karena warga banyak bermukim di kaki Gunung Lompobattang," kata anggota PPK Kindang, Dirman, Senin (20/2/2023).
Warga berdomisili di Kampung Senggan, kampung terpencil di bagian Barat Bulukumba.
Di kampung Senggan ini terdapat tujuh kepala keluarga dan yang bersyarat menjadi pemilih ada 20 orang.
Sebelumnya di kampung tersebut hanya terdata 10 orang pemilih.
Dirman, mengatakan, Kampung Senggan yang berada di atas gunung menjadi perhatian penyelenggara pemilu Kecamatan Kindang untuk dikunjungi.
Selain akses jalan yang sulit di tempuh dan di daerah tersebut masih banyak pemilih yang tidak terdaftar menjadi pemilih dan tidak memiliki identitas. (*)
Ingat Yusran Tajuddin Ketua KPU Bone Terseret Kasus Markup Suara Caleg Sulsel? Segera Disidang DKPP |
![]() |
---|
Daftar 9 Caleg Terpilih Mundur Jadi Anggota DPRD Sulsel Demi Maju Pilkada, Siapa Calon Penggantinya? |
![]() |
---|
Ketua Bawaslu Mardiana Rusli: Tidak Ada Larangan Penyelenggara Pemilu Bicara ke Media |
![]() |
---|
Sosok Legislator PKS Nur Huda Waskitha Naik Motor Butut saat Pelantikan tapi Ternyata Jutawan |
![]() |
---|
8 Caleg Terpilih DPRD Sinjai Terancam Tak Dilantik, Dominasi Jagoan Nasdem-Golkar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.