Opini
Gladi Ramadhan
Untuk memastikan acara sukses maka beberapa hari atau jam sebelum acara, dilakukan gladi atau role playing.
Oleh:
Syamril ST MPd
Rektor Kalla Institute dan Direktur Sekolah Islam Athirah
TRIBUN-TIMUR.COM - Hampir setiap hari di kehidupan kita ada acara besar yang diadakan.
Bisa acara pernikahan, pelantikan pejabat baru, seminar atau yang menghadirkan pejabat negara dan lain sebagainya.
Di sekolah dan perguruan tinggi ada wisuda, sidang sarjana, magister dan doktor dan lain sebagainya.
Kadang-kadang juga ada acara khusus seperti pentas seni secara individu dan kolosal.
Penyelenggara pasti ingin acara berjalan dengan lancar dan khidmat. Maka biasanya dibentuklah panitia beberapa bulan sebelum acara.
Panitia mengadakan rapat persiapan secara rutin untuk memastikan segalanya well prepared.
Jika itu berupa pentas seni maka para pemain harus latihan berulang-ulang sebelum hari pementasan. Semuanya untuk memastikan pemain siap pentas dengan baik.
Untuk acara tertentu kadang-kadang panitia dibantu oleh event organizer profesional. Mereka dari perusahaan yang khusus memberikan jasa penyelenggaraan acara.
Acara pernikahan anak pejabat dan pengusaha biasanya menggunakan jasa EO. Atau launching produk baru, pameran besar, acara pemerintahan yang khusus juga demikian.
Persiapan yang dilakukan melalui rapat rutin panitia atau latihan untuk pementasan ternyata tidak cukup.
Untuk memastikan acara sukses maka beberapa hari atau jam sebelum acara, dilakukan gladi atau role playing.
Ada gladi kotor dan gladi bersih. Gladi kotor dilakukan tanpa harus menggunakan kostum sebagaimana saat acara berlangsung.
Gladi bersih atau resik dilakukan seperti kondisi sebenarnya.
Memakai kostum acara hanya biasanya tanpa peserta yang sebenarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Rektor-Institut-Teknologi-dan-Bisnis-ITB-Kalla-45.jpg)