Mahasiswa Meninggal saat Diksar

Mahasiswa Meninggal saat Diksar, Polisi Periksa Panitia dan Pengurus Organisasi Mapala 09 Unhas

Sudah ada enam panitia pelaksana diksar dan orientasi medan XXVII Mapala 09 Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas yang telah dimintai klarifikasi.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Kapolsek Tompobulu menunjukkan lokasi meninggalnya Virendy Marjefy Wehantouw (18), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Kampung Bara-Barayya, Dusun Makmur, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (16/1/2022). Sembilan orang telah dipanggil Penyidik Satreskrim Polres Maros untuk dimintai klarifikasi terkait kegiatan diksar Mapala 09 Unhas. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sembilan orang telah dipanggil Penyidik Satreskrim Polres Maros untuk dimintai klarifikasi terkait kegiatan diksar Mapala 09 Unhas di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polres Maros Iptu Slamet mengatakan enam diantaranya merupakan panitia pelaksana diksar.

"Sudah ada enam panitia pelaksana diksar dan orientasi medan XXVII Mapala 09 Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas yang telah dimintai klarifikasi oleh penyidik," ujarnya, Jumat (20/1/2023).

Mereka yang dimintai klarifikasi, yakni ketua Panitia inisial FT, Tim Media NB, koordinator Lapangan AM, bendahara FO, koordinator peserta AN, dan koordinator Klening MR.

Penyidik juga telah memeriksa sejumlah pihak yang tidak termasuk panitia dan ikut dalam kegiatan diksar.

"Ketua Organisasi Mapala IF, Team Leader MU, dan pengurus koordinator SA," katanya.

Ia menyebutkan proses pemeriksaan diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan.

"Dari hasil klarifikasi nanti akan ada tahap selanjutnya. Kami akan maksimal klarifikasi terkait laporan keluarga almarhum Virendy, estimasi kami bisa selesai dalam waktu dua bulanan," ucapnya.

Ia menyebutkan belum bisa memastikan adanya indikasi kelalaian seperti yang diklaim pihak keluarga korban.

"Hasilnya sebatas memberikan keterangan terkait dengan kegiatan diksar Fakultas Teknik Mapala Unhas 09, unsur kelalaian masih proses penyidikan," imbuhnya.

Keluarga Minta Polisi Usut Penyebab Kematian Virendy

Keluarga Virendy Marjefy Wehantouw (18) meminta pihak kepolisian mengusut tuntas terkait kegiatan diksar Mapala 09 Unhas yang berujung maut.

"Jadi yang dilaporkan keluarganya itu bukan perihal pembunuhan atau kematian. Karena mereka mengaku sudah ikhlas menerima kematian korban dan menganggap sudah takdirnya," kata Kasat Reskrim Polres Maros, Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Slamet, Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Keluarga Virendy Minta Polisi Usut Tuntas Kegiatan Diksar Berujung Maut di Maros

Baca juga: Kronologi Virendy Marjefy Mahasiswa Meninggal saat Diksar Versi Ketua Mapala 09 Teknik Unhas

Keluarga korban hanya melaporkan perihal proses kegiatan diksar itu.

"Perlu kami tegaskan, keluarga korban hanya melaporkan mengenai proses kegiatan diksar itu. Mereka hanya menuntut pertanggungjawaban dari pihak panitia diksar yang diduga lalai dan lepas tanggung jawab," akunya.

Ia menyebutkan, dari penuturan keluarga korban, memang terdapat luka pemeriksaan di Rumah Sakit Grestelina Makassar.

"Jadi awalnya pihak keluarga memang menduga ada kekerasan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Grestelina, menurut penuturan keluarga, memang ada luka di bagian lutut dan juga tangan, namun dipastikan itu adalah luka wajar sebagai pendaki," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved