Kasus Penculikan Anak
Fakta Video Viral Murid di Sidrap Diduga Hampir Jadi Korban Penculikan Anak
Setelah diselidiki, polisi memastikan video tersebut merupakan hoax atau informasi palsu..
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNSIDRAP.COM, SIDRAP - Sebuah video memperlihatkan seorang anak menangis di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, karena diduga hampir diculik viral di media sosial, Kamis (19/1/2023).
Setelah diselidiki, polisi memastikan video tersebut merupakan hoax atau informasi palsu.
Sebelumnya, video dugaan penculikan anak itu pertama kali diupload pemilik akun Facebook Inhar Jendezx Sonkk.
Postingan tersebut menampilkan video seorang anak memakai baju berwarna hijau sedang duduk sembari memegang betisnya karena memar.
Ia terlihat menangis kemudian orang-orang yang ada di dekatnya berusaha menenangkannya.
Dalam postingan Facebook tersebut, pemilik akun menulis dengan menggunakan Bahasa Bugis yang artinya meminta orang-orang waspada karena anak yang ada di video tersebut hampir diculik di daerah Labekkang, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap.
Baca juga: Modus Dugaan Penculikan Anak di Bone, Pelaku Janji Nikahi Korban
Baca juga: Isu Kasus Penculikan Anak Marak di Sulsel, Kapolres Wajo: Jangan Panik!
Dari informasi yang dihimpun, anak tersebut berinisial T (10) merupakan murid SD Negeri 12 Betao, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap.
Atas viralnya postingan tersebut, pihak Polsek Pitu Riase langsung turun untuk menyelidiki kebenaran kejadian tersebut.
Kapolsek Pitu Riase Polres Sidrap, Iptu Anton mengatakan, proses penyelidikan dilakukan mulai siang hingga malam hari.
Anton bersama Bhabinkamtibmas dan kepala sekolah serta kedua orang tua T mendatangi rumah kepala desa untuk mendalami masalah tersebut.
Dia juga melakukan pendekatan kepada T guna mendapatkan informasi sebenarnya.
T diminta untuk menjelaskan kasus kejadian yang dialaminya.
Namun, jawaban T dinilai bertele-tele dan keterangannya juga tidak jelas.
"Setelah mendapat video tersebut, kami langsung turun ke TKP. Ternyata anak tersebut berada di rumah tantenya. Setelah itu, kami tanya anak tersebut apakah benar ia hampir diculik oleh orang tidak dikenal. Awalnya ia membenarkan kejadian tersebut," kata Iptu Anton Kamis (19/1/2023) malam.
Namun, kata Anton, belakangan baru diketahui jika T berbohong.
Awalnya T mengaku pulang sekolah bersama temannya berinisial S.
Kemudian, ada sebuah mobil yang mencegat dia dan hendak memberikan uang. Namun, T dan temannya lari.
Untuk memastikan hal tersebut, polisi pun mencari S untuk menanyakan apakah benar S keluar bersama T.
"Namun, S mengatakan kalau ia tidak pernah keluar bersama T. Ada beberapa yang kami tanyakan, semua alasan T tidak ada yang benar," tuturnya.
Terkait kaki T yang memar, ternyata T dipukul bagian betis oleh Ibunya gegara menghilangkan kaos kaki yang baru dibeli.
"Ternyata semua yang diceritakan anak itu , hanya rekayasa belaka akibat trauma yang dialami setelah dipukul oleh mamanya karena menghilangkan kaos kaki yang baru dibelikan tiga hari lalu," ujarnya.
Terkait dengan masalah ini, orang tua korban, kepala sekolah dan Kades Betao membuat video klarifikasi bahwasannya video yang beredar di media sosial terkait penculikan anak tidaklah benar.
"Kami tegaskan, tidak ada unsur penculikan dalam peristiwa tersebut. Sama sekali tidak ada sesuai dengan olah TKP kami di lapangan. Informasi yang tersebar di medsos itu hoax atau tidak benar," imbuhnya. (*)
Laporan jurnalis Tribunsidrap.com, Nining Angreani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Penculikan-anak-19121234567890.jpg)