Opini
Learning Agility
Semakin tinggi ombaknya, mereka semakin tertantang untuk berselancar di atasnya. Tentu dibutuhkan keberanian, keterampilan dan mental yang tangguh..
Ada 4 komponen untuk membangun learning agility yaitu intelectual agility, emotional agility, growth mindset dan GRIT.
Intellectual agility terkait dengan kemampuan berfikir kritis (critical thinking), fleksibilitas (flexibility) dan kecepatan (speed) dalam memproses informasi.
Dampaknya dapat menyelesaikan masalah dengan ide yang kreatif dan inovatif dengan cepat dan tepat.
Komponen kedua yaitu emotional agility. Hal ini terkait dengan kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain.
Menghadapi era yang serba tidak menentu jika tidak memiliki emotional agility maka akan mudah stress dan depresi.
Komponen ketiga yaitu growth mindset atau pola pikir bertumbuh yang terdiri atas rasa ingin tahu (curiosity), kesa daran diri (self awareness), dan yakin bahwa siapapun bisa belajar hal baru.
Perubahan yang terjadi memiliki pengetahuan dan keterampilan baru yang harus dipelajari karena kompetensi yang lama tidak lagi relevan.
Komponen keempat yaitu GRIT yang bercirikan motivasi yang kuat, dorongan dan ketahanan yang tinggi karena adanya passion (gairah) untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Siap bangkit dari kegagalan, pantang menyerah mencapai tujuan. Perpaduan GRIT dengan intellectual agility, emotional agility dan growth mindset akan membuat kita memiliki learning agility yang mampu beradaptasi terhadap perubahan dengan cepat, tepat dan bersahabat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Rektor-Institut-Teknologi-dan-Bisnis-ITB-Kalla-45.jpg)