Civitas Akademika Unimerz Ramaikan Jalan Santai Deklarasi 3D+1 LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara

Civitas Akademika Universitas Megarezky (Unimerz) turut meramaikan kegiatan Jalan Santai Deklarasi.

Editor: Content Writer
DOK UNIMERZ
Civitas Akademika Universitas Megarezky (Unimerz) turut ramaikan acara Jalan Santai Deklarasi 3 D+1 LLDikti Wilayah IX Sultanbatara (14/01/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Civitas Akademika Universitas Megarezky (Unimerz) turut meramaikan kegiatan Jalan Santai Deklarasi Penolakan terhadap “Dosa-dosa Pendidikan” yakni Intoleransi, Kekerasan seksual, Perundungan dan Korupsi (3D+1) oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, di Center Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar, Sabtu (14/1/2023).

Deklarasi 3D+1 tersebut dibuka secara resmi oleh perwakilan Kemendikbud Ristek RI, Dr Ir Sri Gunani Pratiwi, MT (Plt. Direktur Belmawa).

Adapun deklarasinya dibacakan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Drs. Andi Lukman, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr Setiawan Aswad sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan deklarasi yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara.

“Saya mendukung dan mengapresiasi atas kegiatan deklarasi yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara." kata Setiawan.

Pihaknya berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini bisa mengurangi kasus perundungan di lingkup LLDIKTI wilayah IX Sultan Batara.

"Salah satu arah kebijakan Gubernur Sulsel, kinerja kepala sekolah dinilai seberapa besar alumni masuk ke perguruan tinggi. Selamat atas diselenggarakannya deklarasi penolakan terhadap intoleransi, kekerasan seksual, perundungan dan korupsi" imbuhnya.

Selain itu, dalam pembukaannya Mendikbudristek Dikti diwakili oleh Plt Direktur Belmawa Dr. Ir. Sri Gunani Pratiwi, MT menuturkan, bahwa 3D+1 ini dinilai sangat menganggu proses pembelajaran program merdeka belajar.

“Adik-adik mahasiswa diberikan keleluasaan untuk memilih bagaimana sistem belajar yang diinginkan dengan program merdeka belajar. Dan 3D ini dinilai bisa menganggu berjalannya merdeka belajar. Disamping dukungan dari pihak pemerintah, dan perguruan tinggi, yakni melakukan penyesuaian kurikulum berbagai kegiatan belajar,” ujarnya.

Sementara itu, dalam keterangannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unimerz, Dr. Jalal, M.Pd berharap, semoga dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut, di kampus tidak lagi terlibat 3D+1.

“Harapan saya, 3D+1 sudah tidak ada lagi kampus. Dengan dideklarasikan mudah-mudahan masyarakat mengenal, kampus adalah dunia yang bebas dari Intoleransi, Kekerasan seksual, Perundungan dan Korupsi,” harapnya.

Sebagai informasi, civitas akademika Unimerz yang turut meramaikan Deklarasi 3D+1 diantaranya yakni, para Wakil Rektor Unimerz, para Dosen/Staf serta mahasiswa Universitas Megarezky.(adv\reskyamaliah).

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved