Banjir Wajo
Korban Banjir di Desa Pallimae Butuh Air Bersih dan Bambu
Banjir melanda Dusun Salotengnga, Desa Palliame sudah hampir dua minggu.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Rumah warga Dusun Salotengnga, Desa Palliame, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan masih terendam banjir, Sabtu (14/1/2023).
Warga mulai kekurangan pasokan air bersih dan juga kebutuhan pokok sehari-hari.
Banjir melanda Dusun Salotengnga hampir dua minggu.
Warga juga masih membutuhkan bambu guna mencegah serangan eceng gondok yang merambah ke pemukiman warga.
Tokoh Masyrakat Abdul Rahman alias Ambo Singkong menyampaikan masih sangat membutuhkan bambu.
"Iyah yang penting itu bambu dulu, karena untuk mencegah serangan eceng gondok, menghalau ombak serta digunakan menopang rumah warga yang hampir roboh," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Sabtu (14/1/2023).
"Tentu kebutuhan mendesak lainnya adalah air bersih dan kebutuhan pokok sehari sehari karena mau bagaimana juga banjir masih belum surut," tambahnya.
Ia berharap adanya perhatian intens dari pemerintah khususnya di Dusun Salotengnga agar pencegahan banjir bisa dilakukan secepatnya.
"Kami tidak ingin banjir terus menerus melanda wilayah kami, jadi besar harapan pemerintah bisa melakukan upaya atau pencegahan bagaimana bisa menanggulangi banjir," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Rahman-selaku-tokoh-masyarakat-di-Dusun-Salotengnga-Desa-Pallimaewajo.jpg)