Pelantikan Petugas PPK

Jelang Pemilu 2024, Muslimin Bando: Kalau Ada Orang Beri Uang Ambil Saja Tapi Jangan Pilih

Bagi Muslimin Bando, tak bisa dinafikan, praktek ini mendarah daging bahkan membudaya di kalangan masyarakat Indonesia.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
Erlan Saputra/Tribun Timur
Bupati Enrekang Muslimin Bando berbicara soal Money Politik di acara pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Enrekang, Rabu (4/1/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Bupati Enrekang Muslimin Bando berbicara soal Money Politik di acara pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang diselenggarakan KPU Kabupaten Enrekang, Rabu (4/1/2023).

Prosesi pelantikan itu berlangsung di Aula Kampus Sumber Kasih, Jalan Emmi Saelan, Kelurahan Juppandang, Enrekang, Sulawesi Selatan.

Di hadapan forum pelantikan yang dihadiri Sekda H Baba, Ketua DPRD Idris Sadik, anggota KPU, Kodim 1419, Polri, dan tamu undangan lainnya, Muslimin Bando menyebutkan bahwa politik uang berpotensi terjadi dalam helatan Pemilu 2024 mendatang.

Bagi Muslimin Bando, tak bisa dinafikan, praktek ini mendarah daging bahkan membudaya di kalangan masyarakat Indonesia.

Pun demikian, bisa saja diterapkan para calon yang menghalalkan segala cara demi menang dalam pertarungan kontestasi pemilu maupun pilkada.

"Misalnya calon anggota DPRD kabupaten, kalau ada orang yang memberi uang, ambil saja. Tetapi jangan pilih kalau tidak bagus orangnya," ujar Muslimin Bando.

Bupati dua periode ini menuturkan, apabila memilih anggota DPRD yang tidak berkompeten, maka jangan mengharapkan kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita juga di pemerintah repot berhadapan dengan orang yang tidak mempunyai kapabilitas dan kapasitas untuk berpikir," ucap Muslimin Bando.

Pada dasarnya, Muslimin Bando bermaksud bahwa selagi masyarakat dapat melantaskan pemilihan yang selektif maka progam-program pemerintah akan berjalan dengan baik dan tentu sesuai harapan masyarakat.

"Dan begini-beginilah bisa tidak ada lagi DPR, karena siapa yang paling banyak uang itu yang dia pilih. Padahal jelas-jelas tidak mempunyai kualitas yang tinggi," kata Muslimin Bando.

Sementara yang punya kualitas namun tidak bermain money politik, mereka malah tidak terpilih.

"Padahal mereka telah bekerja di daerah itu, dan telah membuktikan partisipasinya kepada masyarakat. Ini yang perlu kita pahami," kata Muslimin Bando.

Maka dari itu, Muslimin Bando menguraikan, sebelum memasuki tahapan pencalegan, diharapkan kesadaran masyarakat agar memilih figur yang punya jiwa kepemimpinan dan mengikuti aturan berlaku. (*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved